Perbuatan Asusila
Gambaran Prilaku Asusila Tela’ah Surah Yusuf 29
Oleh:Si Bieru
Perilaku asusila dari dahulu sampai sekarang terus berlanjut bahkan sampai habis kehidupan manusia di muka bumi ini, dalam surah Yusuf ini Allah Swt menggambarkan nya dengan sangat jelas penuh dengan rahasiah balagah-rethorika- dalam kata dan kalimatnya, kita ambil satu ayat saja dari surah Yusuf tersebut.
(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." Qs Yusuf 29
Dari ayat di atas kiranya ada tiga hal penting untuk kita simak dan kita renungkan agar kita dapat mengambil pelajaran darinya
1."Berpalinglah dari ini" Athobari menafsirkan nya Yusuf hendaknya tidak menceritakan ke siapapun apa yang telah di lakukan oleh Istri Azis yang berupa godaan, dari Ibn Zaid dalam " Arid An Hadza " yaitu jangan menceritakan nya.
2."Wastagfiri Lidanbiki "-mohon ampunlan atas dosamu itu-, Al Qurthubi menafsirkan nya dengan memohon ampunlah pada suami mu atas dosamu niscaya dia tidak menghukum mu", dosa yang di maksud seperti kata Ibnu Katser adalah keinginan jelek serta tuduhan asusila (qadaf) terhadap Yusuf dan Yusuf terbebas dari segala tuduhan itu.
3."Innaki Kunti Minal Khootiin" -karena sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang salah-.
Nah kata "Khotiin" adalah bentuk jamak mudakar-jamak jenis laki-laki- padahal istrinya Azis adalah perempuan, ko pakai kata laki-laki-mudakar-, mengapa? kan semestinya ayat itu berbunyi " Innaki Kunti Minal Khatiaat ".
A.Menurut Athobari kenapa tidak memakai kata "Khatiaat" karena tujuan dari ayat bukan untuk meceritakan perempuan semata akan tetapi untuk menceritakan orang yang berprilaku dan prilaku nya itu salah.
B.Menurut Al Qurthubi kenapa tidak memakai kaat "Khatiaat", karena tujuan nya menceritkan laki-laki dan perempuan sehingga di pakai kata jenis laki-laki, soalnya kata jensi laki bisa mencakup jenis perempuan di dalam nya, jadi makna nya menurut beliau adalah "Minan Naasi al khatiiin"-dari orang (manusia)yang salah-.seperti ayat di surah An Naml ayat 43, At Tahrim 12,
C.Dari segi ilmu Balagah atau Rehtorika
Menurut ulama bahasa kenapa dalam ayat tersebut tidak mengunakan kata Khaatiaat sesuai peristiwanya yang jenis perempuan, jawab nya, karena Allah Swt mengunakan kata Al Khaatiin -jenis mudakar- adalah karena berdasarkan ke umuman atau mayoritas -ala sabilil taglib-.
Secara kebiasaan yang lebih aktif dalam hal melakukan hubungan antar jenis adalah laki-laki bukan jenis perempuan, biasanya perempuan bersifat pasif.
Nah dalam kasus itrinya Azis, dia menyalahi ke umuman dengan bersikap aktif agresif mengajak Yusuf untuk melakukan asusila bahkan dengan ancaman terhadap Yusuf, sehingga sikap Istrinya Azis tersebut di katagorikan sikap laki-laki karena ke agresifan dan ke aktifan nya.Firman Allah Swt
Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina."Yusuf 32
Kemudian kenapa yang berkata kepada Yusuf tidak dengan marah atau kasar layaknya laki-laki yang istrinya berbuat tidak baik tetapi sebaliknya yaitu dengan penuh kelembutan seperti tercatat dalam ayat tadi "(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." Qs Yusuf 29.
Imam Qurthubi memberikan dua jawaban kepada kita atas pertanyan di atas, pertama:Orang itu tidak dalam kedaan cemburu buktinya dia diam (tidak beraski keras), serta kebanyakan penduduk Mesir pada saat itu tidak memiliki cemburu, kedua :Allah Swt mengilangkan rasa cemburu pada orang itu sehingga yang ada adalah kelembutan terhadap Yusuf dan Allah pun meniadakan rasa Yusuf terhadap istrinya Azis dan memaafkan nya.Wallahu’alam.31/8/2006