Libanon Israel
Oleh Si Bieru
Sebelum memulai analisa perang ini,saya tahu diri bahwa saya bukan pengamat perang ataupun politikus tapi hanya sekedar pandangan dari saya yang sedikit menyukai seni musik dangdut Roma Irama dan Evi Tamala, jadi pandangan saya pun jelas hanya sedikit dari segi hiburan saja tidak melebar ke yang lainya.
Kenapa saya ambil latar hiburan tidak yang lainya? karena saya rasa pandangan dari segi hiburan terhadap perang Israel Libanon mungkin masih sedikit atau malah belum ada.
Libanon dengan ke indahan alam nya berupa Laut Tengah (bahr mutawasit) yang menghadap ke bibir Eropa, sarana hiburan yang lengkap sangat pas untuk menghamburkan real dan dinar sekedar melepas musim panas yang menjadi agenda rutin tahunan bagi para Emir-emir, bos-bos minyak, orang kaya raya negara Teluk.
Tidak salah kalau banyak orang Arab melihat Libanon (Lubnan kalau orang Arab nyebut) sebagai Paris nya Arab, sehingga banyak sekali turis-turis dari negara-negara arab berkunjung ke Libanon.
Menurut data yang ada sekitar 8% pemasukan Libanon dari kunjungan turis saja dan tahun ini tepatnya sebelum Israel menggempur Libanon, kunjungan turis arab memcahkan rekor dalam jumlah sekitar 200 ribu orang atau di kalkulasikan ke dollar Amerika sekitar satu miliyah dollar pertahun.Luar biasa untuk negara kecil seperti Libanon.
Apalagi dengan sebuah acara yang menjadi favorit serta banyak menyedot perhatian generasi muda Arab yaitu Star Akademi yang muncul tiap minggu dengan bintang bintang pilihan pemiarsa dari SMS yang di kirimkan dari seluruh negara Arab tanpa kecuali dan orang-orang Arab yang bermukin di Eropa dan Amerika, dahsyat nya!!!! (begitulah kata Meggy Z dalam lagunya Anggur Merah), berapa banyak uang ngocor ke lambung perut Libanon hanya dari SMS saja.
Artis pun tidak kalah dalam menjadikan daya tarik turis Arab datang ke Libanon yang kalau melihat live show artis Libanon di sebagain negara teluk tidak mungkin seperti Saudi Arabia, jadi dengan datang ke Libanon bisa live show menonton nya dengan tanpa rasa takut dan ikatan adat serta peraturan, seprti show nya si manja suara emas Nancy Ajram, si anggun cantik Nawal jugby, si sexsy mata onta Haifa Wahby dan lain-lain.
Hmm..mm..m, tentu hiburan birahi tidak ketinggalaan karena dimana ada hiburan dan kerumunan manusia disitulah dunia birahi subur termasuk di Libanon, kenapa tidak?…ohh..perempuan nya cantik-cantik, murah meriah, sexsy-sexsy dengan anatomi tubuh yang membuat ngiler, greget dan gemes para pria idung mancung (baca: idung belang) yang di folder otak belakang nya hanya berisi birahi serta anatomi tubuh perempuan.Di sini aman tidak ada larangan dan ikatan-ikatan adat seperti negara asal pelancong misalkan Saudi Arabia.
Dengan potensi yang semarak seperti itu ada semacam ke irian (bukan irian jaya yach), cemburu dan dengki dari sebagian negara Eropa dan Amerika karena turis Arab lebih suka berlama-lama di Libanon saat musim panas tidak ke Eropa, sehingga mengurangi saweran real, dinar dan dollar di sebagian negara-negara Eropa.
Atas hal di atas tidak aneh kalu Amerika dan Eropa walapun secara agak malu-malu di banding Amerika , mereka mendukung Israel untuk melumat Libanon dan membiarkan nya.Dengan kenyataan seperti ini Eropa dan Amerika berharap para turis arab pindah ke negara mereka dan buang-buang dollar disana.
Banyak sekali buktinya, kita ambil contoh kenapa bandara termasuk target yang di hancurkan terlebih dahulu oleh Israel? itu tujuan nya agar para turis Arab merasa kapok datang ke Libanon dengan kesusahaan pulang ke negaranya yang hanya bisa lewat darat yang panas, bising dan bau mesiu.
Dengan di hancurkan nya hotel-hotel , tempat-tempat wisata itu bertujuan agar psikologis para turis ambruk sehinga tertanam rasa trauma yang akut sehingga merasa enggan di kemudian hari untuk kembali ke Libanon.Tentu Eropa pilihan nya, itulah angan-angan mereka.24/8/2006