Archive for August, 2006

Perbuatan Asusila

Wednesday, August 30th, 2006
Gambaran Prilaku Asusila Tela’ah Surah Yusuf 29
Oleh:Si Bieru
Perilaku asusila dari dahulu sampai sekarang terus berlanjut bahkan sampai habis kehidupan manusia di muka bumi ini, dalam surah Yusuf ini Allah Swt menggambarkan nya dengan sangat jelas penuh dengan rahasiah balagah-rethorika- dalam kata dan kalimatnya, kita ambil satu ayat saja dari surah Yusuf tersebut.
(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." Qs Yusuf 29
Dari ayat di atas kiranya ada tiga hal penting untuk kita simak dan kita renungkan agar kita dapat mengambil pelajaran darinya
1."Berpalinglah dari ini" Athobari menafsirkan nya Yusuf hendaknya tidak menceritakan ke siapapun apa yang telah di lakukan oleh Istri Azis yang berupa godaan, dari Ibn Zaid dalam " Arid An Hadza "  yaitu jangan menceritakan nya.
2."Wastagfiri Lidanbiki "-mohon ampunlan atas dosamu itu-, Al Qurthubi menafsirkan nya dengan memohon ampunlah pada suami mu atas dosamu niscaya dia tidak menghukum mu", dosa yang di maksud seperti kata Ibnu Katser adalah keinginan jelek serta tuduhan asusila (qadaf) terhadap Yusuf dan Yusuf terbebas dari segala tuduhan itu.
3."Innaki Kunti Minal Khootiin" -karena sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang salah-.
Nah kata "Khotiin" adalah bentuk jamak mudakar-jamak jenis laki-laki- padahal istrinya Azis adalah perempuan, ko pakai kata laki-laki-mudakar-, mengapa? kan semestinya ayat itu berbunyi " Innaki Kunti Minal Khatiaat ".
A.Menurut Athobari kenapa tidak memakai kata "Khatiaat" karena tujuan dari ayat bukan untuk meceritakan perempuan semata akan tetapi untuk menceritakan orang yang berprilaku  dan prilaku nya itu salah.
B.Menurut Al Qurthubi kenapa tidak memakai kaat "Khatiaat", karena tujuan nya menceritkan laki-laki dan perempuan sehingga di pakai kata jenis laki-laki, soalnya kata jensi laki bisa mencakup jenis perempuan di dalam nya, jadi makna nya menurut beliau adalah "Minan Naasi al khatiiin"-dari orang (manusia)yang salah-.seperti ayat di surah An Naml ayat 43, At Tahrim 12,
C.Dari segi ilmu Balagah atau Rehtorika
Menurut ulama bahasa kenapa dalam ayat tersebut tidak mengunakan kata Khaatiaat sesuai peristiwanya yang jenis perempuan, jawab nya, karena Allah Swt mengunakan kata Al Khaatiin -jenis mudakar-  adalah karena berdasarkan ke umuman atau mayoritas -ala sabilil taglib-.
Secara kebiasaan yang lebih aktif dalam hal melakukan hubungan antar jenis adalah laki-laki bukan jenis perempuan, biasanya perempuan bersifat pasif.
Nah dalam kasus itrinya Azis, dia menyalahi ke umuman dengan bersikap aktif agresif mengajak Yusuf untuk melakukan asusila bahkan dengan ancaman terhadap Yusuf, sehingga sikap Istrinya Azis tersebut di katagorikan sikap laki-laki karena ke agresifan  dan ke aktifan nya.Firman Allah Swt
Wanita itu berkata:  "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak.  Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina."Yusuf 32
Kemudian kenapa yang berkata kepada Yusuf tidak dengan marah atau kasar layaknya laki-laki yang istrinya berbuat tidak baik tetapi sebaliknya yaitu dengan penuh kelembutan seperti tercatat dalam ayat tadi "(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." Qs Yusuf 29.
Imam Qurthubi memberikan dua jawaban kepada kita atas pertanyan di atas, pertama:Orang itu tidak dalam kedaan cemburu buktinya dia diam (tidak beraski keras), serta kebanyakan penduduk Mesir pada saat itu tidak memiliki cemburu, kedua :Allah Swt mengilangkan rasa cemburu pada orang itu sehingga yang ada adalah kelembutan terhadap Yusuf dan Allah pun meniadakan rasa Yusuf terhadap istrinya Azis dan memaafkan nya.Wallahu’alam.31/8/2006

Libanon Israel

Friday, August 25th, 2006
Perang Libanon sebuah Analisa Hiburan
Oleh Si Bieru

Sebelum memulai analisa perang ini,saya tahu diri bahwa saya bukan pengamat perang ataupun politikus tapi hanya sekedar pandangan dari saya yang sedikit menyukai seni  musik dangdut Roma Irama dan Evi Tamala, jadi pandangan saya pun jelas hanya sedikit dari segi hiburan saja tidak melebar ke yang lainya.

Kenapa saya ambil latar hiburan tidak yang lainya? karena saya rasa pandangan dari segi hiburan terhadap perang Israel Libanon mungkin masih sedikit atau malah belum ada.

Libanon dengan ke indahan alam nya berupa Laut Tengah (bahr mutawasit) yang menghadap ke bibir Eropa, sarana hiburan yang lengkap sangat pas untuk menghamburkan real dan dinar sekedar melepas musim panas yang menjadi agenda rutin tahunan bagi para Emir-emir, bos-bos minyak, orang kaya raya negara Teluk.

Tidak salah kalau banyak orang Arab melihat Libanon (Lubnan kalau orang Arab nyebut) sebagai Paris nya Arab, sehingga banyak sekali turis-turis dari negara-negara arab berkunjung ke Libanon.

Menurut data yang ada sekitar 8% pemasukan Libanon dari kunjungan turis saja dan tahun ini tepatnya sebelum Israel menggempur Libanon, kunjungan turis arab memcahkan rekor dalam jumlah sekitar 200 ribu orang atau di kalkulasikan ke dollar Amerika sekitar satu miliyah dollar pertahun.Luar biasa untuk negara kecil seperti Libanon.

Apalagi dengan sebuah acara yang menjadi favorit serta banyak menyedot perhatian generasi muda Arab yaitu Star Akademi yang muncul tiap minggu dengan bintang bintang pilihan pemiarsa dari SMS yang di kirimkan dari seluruh negara Arab tanpa kecuali dan orang-orang Arab yang bermukin di Eropa dan Amerika, dahsyat nya!!!! (begitulah kata Meggy Z dalam lagunya Anggur Merah), berapa banyak uang ngocor ke lambung perut Libanon hanya dari SMS saja.

Artis pun tidak kalah dalam menjadikan daya tarik turis Arab datang ke Libanon yang kalau melihat live show artis Libanon di sebagain negara teluk tidak mungkin seperti Saudi Arabia, jadi dengan datang ke Libanon bisa live show menonton nya dengan tanpa rasa takut dan ikatan adat serta peraturan, seprti show nya si manja suara emas Nancy Ajram, si anggun cantik Nawal jugby, si sexsy mata onta Haifa Wahby dan lain-lain.

Hmm..mm..m, tentu hiburan birahi tidak ketinggalaan karena dimana ada hiburan dan kerumunan manusia disitulah dunia birahi subur termasuk di Libanon, kenapa tidak?…ohh..perempuan nya cantik-cantik, murah meriah, sexsy-sexsy dengan  anatomi tubuh yang membuat ngiler, greget dan gemes para pria idung mancung (baca: idung belang) yang di folder otak belakang nya hanya berisi birahi serta anatomi tubuh perempuan.Di sini aman tidak ada larangan dan ikatan-ikatan adat seperti negara asal pelancong misalkan Saudi Arabia.

Dengan potensi yang semarak seperti itu ada semacam ke irian (bukan irian jaya yach), cemburu dan dengki dari sebagian negara Eropa dan Amerika karena turis Arab lebih suka berlama-lama di Libanon saat musim panas tidak ke Eropa, sehingga mengurangi saweran real, dinar dan dollar di sebagian negara-negara Eropa.

Atas hal di atas tidak aneh kalu Amerika dan Eropa walapun secara agak malu-malu di banding Amerika , mereka mendukung Israel untuk melumat Libanon dan membiarkan nya.Dengan kenyataan seperti ini Eropa dan Amerika berharap para turis arab pindah ke negara mereka dan buang-buang dollar disana.

Banyak sekali buktinya, kita ambil contoh kenapa bandara termasuk target yang di hancurkan terlebih dahulu oleh Israel? itu tujuan nya agar para turis Arab merasa kapok datang ke Libanon dengan kesusahaan pulang ke negaranya yang hanya bisa lewat darat yang panas, bising dan bau mesiu.

Dengan di hancurkan nya hotel-hotel , tempat-tempat wisata itu bertujuan agar psikologis para turis ambruk sehinga tertanam rasa trauma yang akut sehingga merasa enggan di kemudian hari untuk kembali ke Libanon.Tentu Eropa pilihan nya, itulah angan-angan mereka.24/8/2006

Sholawat Itu Apa Sih?

Thursday, August 24th, 2006

Sholawat Itu Apa Sih?

Hm..mm…tadinya mau menulis pembahasan rumah sakit dalam islam bagian terakhir tapi tiba-tiba saja ingat masalh Sholawat, jadi ya coba-coba saja sedikit-sedikit ungkapin masalah Sholawat.Saya bukan mau membahas dari segi hukum bersholawat dan berbagai aspek Fiqh nya akan tetapi hanya sekedar masalah bahasa saja, apa arti dari Sholawat itu?.

Sering kita mendengar sebuah diskusi baik dalam kalangan internal sendiri seperti dalam komunitas Muslim atapun dengan kelompok agama lain seperti saya liat di VCD dialog antara Mualaf dan Murtadin, nah dalam dialog itu orang murtad mengungkit masalah Sholawat.

Dia bertanya sama para Muaalaf tentang sholawat" Orang-orang Muslim di anjurkan bersholawat kepada Nbai Muhammad Saw, katanya beliau udah di jamin masuk surga dan tanpa dosa, selamat, ko masih di doain juga?berarti belum selamat dong?

Kemudian dari Mualaf menjawab dengan sebuah analogi dan saya perhatikan beliau setuju dengan ungkapan di murtad bahwa sholawat adalah Doa’, begini jawaban nya" Kalau ada anak kecil meninggal orang tuanya selalu mendoakan, padahal anak kecil itu ngak punya dosa dan di jamin masuk surga", nah apalagi seorang Nabi Muhammad Saw tentunya lebih lagi".

Kalau saya liat jawaban itu masih lemah dan saya sendiri kurang puas atas jawaban itu, lemahnya kerena analogi dengan seseorang yang belum ber aktifitas kegamaan dan kehidupan seperti anak kecil tadi, sedangkan Nabi Saw sampoai umur 63 tahun, kemudian kedudukan Nabi berbeda dengan manusia biasa.Wallahu’alam bisa jadi ketidak puasan saya ataa jawaban itu di karenakan ilmu saya masih rendah dan kekurang fahaman saya atas hal itu, serba mungkin.

Seiring waktu saya mencoba mencari jawaban yang membuat diri saya puas dalam masalah arti Sholawat ini.Alahamdulilah menemukan di bukunya Ibn Qoyim Al-jauziyah berjudul Bada’i'u Al fawaid, beliau menjelaskan nya singkat, padat dan jelas.

Firman Allah Swt: " Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ".Al Ahzab 56

Dalam ayat di atas di sebut Yusholluuna yang artinya ber sholawat, menurut Ibn Qoyim arti Yusholluuna bukan berdoa (bersholawat), Sholawat dalam artia Do’a, akan tetapi artinya di rujuk ke bahasa arab karean alqur’an berbahasa arab.

Nah dalam bahasa arab arti nya bukan doa tapi ada yang lain  yaitu Sholawat berasal dari Sholwain yang mengandung artia dua hal, pertama penghormatan terhadap keagungan, kedua penghormatan terhadap anak yatim yang bermakna belas kasihan.

Jadi karean Rosulullah Saw manusia agung yang Allah Swt ciptakan, sebagai nabi penutup, pembawa risalah terakhir dan lain-lain, jadi Allah Swt menghormatinya begitu juga para malaikat dan kita kaum muslimin.Nah bentuk penghormatan nya dengan membaca kata bahasa arab Allahuma sholli ala Muhammad …,ini dinamai Sholawat.Ke Nabi-nabi lainya yang 24 kita menghormatinya dengan Alaihi salam, kepada Nabi Muhammad dengan Sholallahu Alaihi Wasallam tambah dalam tiap sholat Allahuma Sholli Ala Muhammad …

Dalam kehidupan sehari-hari kita temui model-model penghormatan, seperti seorang yang pangkatnya rendah dalam militer menghormati atasanya dengan angkat tangan dan berdiri, menghormati bendera dengan angkat tangan, orang Sunda menghormati seseorang yang terhormat dengan rengkuhkan kepala, orang Jogja dengan rengkuhkan badan sedikit dan lain-lain.

Semoga semuanya bermanfa’at , amin amin amin.Bieru/Jim

Rumah Sakit Islam ( Bagian Kedua )

Saturday, August 12th, 2006
Rumah Sakit Islam Masa Kedua
Abd Malik Bin Marwan tahun 65 H naik tahta, walapun pada masa ini situasi politik tidak menentu dengan terjadinya penyerangan oleh pejabat Abdul Malik Bin Mawran yaitu Al Hujaj Bin Yusuf Al Tsaqafi, Gubernur Iraq terhadap Abdullah Bin Zubair di Makkah sehingga sebagian dinding Ka’bah rusak kena lemparan batu, kudeta Al Tawabin, kudeta Khawariz dan lain-lain.
Nah walapun situasi politik seperti itu Abd Malik Bin Marwan lewat Kahlid Bin Yazid Bin Muawiyah (wafat 85 H ) beliau tetap memperhatikan perkembangan masalah kesehatan dan mempelopori nya walapun masih terbatas, mereka termasuk orang-orang pertama bersama Marwan Bin Hakam di dinasi Umayyah yang memperhatikan masalah kesehatan dengan bergaul dan merespon nasehat-nasehat dokter pada masa itu serta menerjemahkan karya-karya Yunani dalam bidang Kimia dan kedokteran yang terdapat di perpustakaan Alexandria Mesir.Adapun dokter-dokter pada masa itu, seperti:
Pertama:Tiyaduq (wafat sekitar tahun 90 H bertepatan 709 M) yang sekaligus sebagai pendamping Gubernur Iraq Al Hujaj Bin Yusuf Al Tsaqafi.
Kedua Taudun, beliau mengarang mengenai kedokteran dan di persembahkan kepada anaknya, dua dokter ini asalnya Nasrani.
Ketiga dan yang paling terkenal adalah Masarjuwaih atau Masarjis aslinya seorang Yahudi, hidup di abad awal Masehi pada masa Khalifah Marwan Bin Hakam tahun 64 H bertepatan 684 M sampai 65 H betepatan 685 M dengar karangan dalam bidang kedokteran, diantaranya Kitab Qawy Al Ath’imah Wa Manafi’uha Wa Madhoruha.
Dalam bentuk terjemahan yaitu kitab Al Kannasy dari bahasa aslinya Yunani oleh seorang dokter Alexsandria yang hidup pada masa Rosulullah Saw yang bernama Ahrun Al Qas, oleh Masarjawaih di terjemahkan ke dalam bahasa Arab pada masa Khalifah Marwan Bin Hakam menjadi 30 makalah dan beliau tambah 2 makalah lagi sehingga menjadi 32 makalah.
Perkembangan berikutnya setelah Al walid Bin Abd Malik naik tahta tahun 86 H, tidak lama setelah nya, beliau membangun Rumah Sakit Islam yang resmi sebagaimana layaknya Rumah Sakit pada tahun 88 H bertetapatan 706 M, beliau seorang Khalifah ke 6 dari dinasti Bani Umayyah.
Awalnya, rumah sakit bernama Bimaristan bukan Mustasyfaa’ yang bermakna tempat penyembuhan seperti yang di kenal belakangan.Kata itu di ambil dari bahasa Persia yang artinya rumah sakit bagi orang gila atau rumah sakit jiwa.Nah nama itu tetap di pakai sampai mencapai perkembangan puncaknya nanti dengan melengkapi unit-unit pendukung yang lengkap pada masa dinansti Abbasiah, jadi tidak hanya terbatas pada penanganan penyakit jiwa saja.
Pada masa ini Rumah Sakit lebih menitik beratkan kepada dua macam penyakit yang memang mewabah, seperti:
Pertama: penanganan penyakit Lepra ( Majdhumin ) dengan menyediakan konsumsi dan tempat khusus bagi penderita.
Kedua: penanganan penyakit kebutaan ( ‘Amiyyin ), sama seeprti penanganan penyakit lepra dalam fasilitasnya.
Al Walid Bin Abd Malik sebagai Khalifah memberikan anggaran untuk Rumah Sakit ini di ambil dari keuangan negara dan dari wakaf-wakaf dermawan meliputi makanan pasien, obat-obatan termasuk gaji para dokter dan perawat serta karyawan nya.
Hm.mm mungkin di benak kita ada pertanyaan, "Mengapa pada masa dinasti Umayyah tinggkat gerakan penerjemahan karya-karya asing kurang begitu bergema dan berkembang seperti pada masa dinasti Abbasiah sehingga mempengaruhi perkembangan dalam bidang pelayanan kesehatan?". 
Untuk menjawab hal itu kita patut mengambil komentar dari Ibn Khaldun, beliau bertutur" paling tidak ada dua hal penting mengapa gerakan penerjamahan pada masa Umayyah kurang gereget jika di banding dengan masa Abbasiah.Pertama karena pejabat Umayyah kurang sreg dengan yang berbau asing dan menentang orang asingdan, kedua fanatisme ke arab-an nya lebih kental.Walapun seperti itu tidak menutup peran munculnya sebagian gerakan penerjemahan dan para dokter yang berkiprah melayani orang-orang sakit seperti yang telah di bahas di atas.
Rumah Sakit Islam Modern, Bagian ke tiga nanti

Rumah Sakit Islam (bagian pertama)

Friday, August 4th, 2006

                                       Rumah Sakit dalam Islam

                                              Oleh Si Jim-Bieru

Perhatian Islam Terhadap Orang Sakit

Islam agama rahmatan lil ‘alamin yang turun untuk mengatur kehidupan manusia agar bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, bahagia di dunia dengan aturan-aturan yang memudahkan manusia itu mengarungi kehidupan dan sekaligus menjaga dan mengatasi berbagai musibah yang menimpa nya.

Musibah merupakan sunatullah sehingga kapan pun dan dimanapun manusia akan mengalaminya walapaun dengan jenis kemadaharatan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kebijakan dari Allah Swt, ada yang di coba oleh kekurangan pangan, rasa takut, bencana alam termasuk cobaan berupa penyakit dan lain-lain.

Karena nya, Islam menganjurkan kepada umat manusia agar selalu menjaga kesehatan dan ketika di uji dengan musibah penyakit di anjurkan untuk berobat, bersabar dan tawakal terhadap nya.

Penyakit yang menimpa anak adam adalah sudah ketentuan Allah Swt dan Allah Swt pun yang menyembuhkan nya sebagaimana firman Nya

"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku"(Ash-Shu’ara’ 80)

Abu Hurairah ra, ia berkata:

"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Allah pula yang menurunkan penawarnya".HR Bukhari Msulim

Usamah Bin Syarik, ia berkata:

"Saya bersama Nabi saw dan datanglah orang-orang arab mereka bertanya, wahai Rosulullah! apakah kami boleh berobat?Rosulullah Saw menjawab: Ya, wahai hamba Allah berobatlah kamu sekalian karena Allah Aza wa Jalla tidak menciptakan suatu penyakit kecuali menciptakan penawarnya selain satu penyakit, mereka bertanya lagi "apa yang satu itu"? Rosulullah saw menjawab: Tua. HR Ahmad

Allah Swt maha penyayang dan maha pemberi kemudahan bagi hamba Nya yang sakit untuk tidak melakukan kewajiban atau menganti dengan kewajiban lainya.Itu semua agar manusia sebagai hamba Allah tidak merasa susah,sempit dan keberatan dalam melaksanakan ajaran agama, seperti firmal Nya

"Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." Al Hajj 78

"Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. AlQuran Surah:4.An-Nisa’ 43

Imam Asuyuthi mengutip dari Mujahid tentang ayat di atas, bahwasanya ini turun pada seorang dari kaum Anshor yang sakit.Dia tidak mampu berdiri dan tidak punya pembantu yang menolong nya, kemudian dia ber wudhu dan datanglah Rosulullah saw turunlah ayat di atas.Sedangkan menurut Ibn Abbas ayat itu turun mengenai seorang laki-laki yang menderita penyakit cacar atau luka atau bisul bernanah kemudian dia berhadas besar dan takut kalau mandi akan mati(bertambah parah) sehingga dia bertayamum.

Bahkan Allah Swt karena maha penyangnya sampai membatalkan sala satu kewajiban bagi seorang muslim karena sakit yang di deritanya seperti ayat di bawah ini.

Firman Allah Swt:

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, AlQuran Surah:9.At-Taubah 91.

Rosulullah Saw sangat menganjurkan bagi setiap muslim untuk memperhatikan saudaranya yang sakit serta mengunjunginya, bahkan beliau menjadikan sebagai hak seorang muslim atas muslim lainya.

Sabda Rosulullah saw

Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rosulullah Saw bersabda:"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara: (1) Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya (2) Apabila ia mengundangmu engkau memperkenankan undangannya (3) Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya (4) Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya) (5) Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya (6) Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya.HR Bukhari

Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah.HR Muslim

Imam Bukhari meletakan hadist tersebut di bab tentang janazah akan tetapi imam Ibn Hajar mengutipnya di bab wajib menjenguk orang sakit. menurut Ibn Bathal perintah menjenguk orang sakit adalah wajib kifayah seperti memberi makan orang lapar atau memerdekakan budak, juga bisa mengandung sunnah karena anjuran untuk nyambung silaturahmi dan persahabatan.

Hadist zaid Bin Arqam, dia berkata:Rosulullah saw menjenguk saya ketika dua mata saya sakit". HR Abu Dawud dan di shohihkan oleh Hakim serta Imam Bukhari memuat di kitabnya Adabul Mufrad.

Rosulullah Saw tidak hanya menganjurkan untuk menjenguk orang yang sakit akan tetapi berusaha juga untuk mengobatinya walaupun dengan meminta tolong dengan orang lain yang ahli di bidang penyakit tersebut seperti penyakit yang menimpa sahabat nabi yang bernama Sa’ad Bin Abi Waqash, beliau sakit berat di Makkah kemudian Rosulullah saw menjenguknya dan berkata:" Panggilah Al hars Bin Kaldah untuk mengobati Sa’ad Bin Abi Waqash".Al Hars Bin Kaldah adalah seorang dokter pada zaman Rosululah Saw, beliau mendiagonsa Sa’ad Bin Abi Waqash kemudian berkata:"tidak apa apa", terus memberinya beberapa kurma ajwa dan bebrapa terong sebagai obat dan sembuh.

Begitu pentingnya masalah menyantuni orang sakit Imam Bukhari mengelompokan hadist-hadist menjadi beberapa bab seperti, bab wajib menjenguk orang sakit, menjenguk anak anak yang sakit, menjenguk orang-orang arab yang sakit, menjenguk orang-orang musyrik dan bab menjenguk wanita terhadap laki-laki seperti Ummu Darda menjenguk seorang laki-laki yang taat beribadah dari kaum Ansor.

Itulah keindahan Islam, Allah Swt dan Rosul Nya sangat memperhatikan orang-orang yang sedang sakit dan mendorong untuk berobat dan merawatnya hingga sembuh, tidak membeda-bedakan kaya miskin, tua muda, Islam non Islam, laki-laki atau perempuan.Subhannalllah.

Awal Mula Rumah Sakit Islam

Rumah Sakit merupakan sarana penyembuhan yang sangat penting sejak zaman awal Islam walapaun belum dalam bentuk yang resmi dan permanen seperti sekarang ini, lebih-lebih zaman sekarang dengan beragam dan tingkat konsumsi manusia yang berpotensi menimbulkan penyakit-penyakit baru yang sebelumnya masih jarang sehingga kebutuhan akan rumah sakit sudah termasuk kebutuhan mendesak.

Nah jadi kapan awal mula rumah sakit dalam Islam?

Untuk melihat awal mula atau batu pertama rumah sakit dalam Islam kita perlu menengok ke belakang yaitu sewaktu terjadinya perang Khandak yang terjadi empat tahun setelah Rosullah Saw dan para Sahabatnya hijrah ke Madinah, tepatnya pada tahun ke 5 hijriyah bertepatan tahun 622 masehi.

Pada perang tersebeut sala seorang sahabat nabi yang bernama Sa’ad Bin Mu’az luka-luka di bagian mata sampai nampak kehitaman karena terkena lemparan anak panah oleh seorang musyrik Quraish yang bernama Habban Ibn Gaziqah, dalam riwayat lain bernama Hafajah Bin ‘Ashim Bin habban.

Nabi saw melihat kenyatan tersebut sebagai mana di ungkapkan oleh Ibn Ishaq (w 151 H, 768 M), beliau mengambil langkah cepat dengan membawa Sa’a Bin Mu’az ke tenda di dalam Mesjid Nabawi yang di buat oleh seorang perempuan bernama Rufaidah.Dia sudah berpengalaman mengobati korban-korban sebelumnya seperti saat perang Uhud sampai perang Khandak yang Sa’ad Bin Mu’ad sala satu korban nya.

Dari hal di atas dapat kita tarik dua poin penting yang menunjukan praktek Rufaidah di atas sebagai cikal bakal rumah sakit dalam Islam walapaun waktu itu belum di lembagakan istilah rumah sakit ( Mustasyfaa’), pertama keahlian Rufaidah sebagai tenaga medis yang sering membantu para korban mulai dari perang Uhud dan Khandak, kedua adanya tempat husus mengobati korban walapaun masih dalam bentuk sederhana berupa tenda dan ketiga adanya obat-obatan yang dibawa Rufaidah saat mengobati.

Pada perang berikutnya seperti perang Haebar lebih banyak lagi para kaum hawa ikut andil dalam jihad dengan membantu para korban, seperti Amimah Binti Qoish Bin Abi Shult Al Gifariyah, Ummu Sanan dan Ummu Muthawi.Amimah Binti Qoish Bin Abi Sult juga mahir mengajar para kaum hawa mengenai cara menolong orang-orang luka dan merawatnya, kemudian berikutnya ada Zaenab seorang dokter dari bani ‘Aud yang ahli mengobati mata dan luka-luka.

Bersambung ke bagian ke 2