Orang yang tidak pernah kenyang

Orang yang tidak pernah kenyang

Membahas atau lebih tepat merenungi para sahabat Rosulullah Saw seakan tiada habis dari nilai-nilai tauladan untuk kita semua.

Sebelum tulisan yang seakarang, saya telah muat mengenai Abu Hurairah RA yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri buat Ilmu dan ibadah sehingga karena dekatnya -termasuk menuntut ilmu-kepada Rosulullah Saw beliau banyak menerima dan meriwayatkan hadist.

Nah sekarang kita renungi seorang sahabat yang menjaga perutnya dengan tidak pernah kenyang, kalau makan siang beliau tidak makan malam begitu juga sebaliknya.

Di saat dunia penuh dengan sikap yang cenderung mendewakan materi dan menilai semua hal dengan materi serta demi materi menghalal kan semua cara, tidak sedikit penyakit seperti ini menjangkiti tubuh kaum muslimin itu sendiri bahkan menyeret sebagian para penyeru ajaran agama baik secara personal atapun lewat lembaga yang di milikinya.

Sungguh kalau semua bercermin kepada sosok sahabat Rosul yang akan kita renungi bersama ini insya allah tidak ada lagi pendewaan materi dan tentunya materi akan merata di setiap lapisan umat karena orang-orang serakah sangat sedikit, siapakah beliau yang mulia itu?

Beliau yang mulia bernama Wahab Bin Abdullah Bin Muslim Bin Janadah Bin Habib Bin Sawaa Al Suwai, terkenal dengan sebutan Abu Juhaifah.Bapaknya bernama Wahab, karena nya Ali RA mengelari Abu Juhaifah RA dengan Wahab Al Khair.

Abu Juhaifah RA termasuk sahabat yunior, beliau ketemu nabi pada masa akhir-akhir nabi berada di dunia tapi walapaun pendeknya waktu tidak jadi rintangan buat Abu Juhaifah RA untuk belajar dan menerima hadist dari Rosulullah Saw.

Kesungguhan yang luar biasa dalam menuntut ilmu kepada Rosulullah Saw sampai Abu Juhaifah RA suatu waktu tidak sempat untuk istirahat sejenak selepas makan dan langsung menemui Rosulullah Saw.

Imam Al Tirmidi di dalam Jami-nya kitab 38 sifatul qiyamah wa roqoiq wal wara’ bab 37 hadist nomor 2487 jilid 4 halaman 560, Imam Ibnu Mazah dalam Sunan nya kitab 29 al at’imah bab 50 al iqtishod fi al akl wa karohiyah alsyab’ hadist nomor 3350 jilid 2 halaman 1111, Imam Tabrani di Al Mu’jam Al Ausath hadist nomor 8929 jilid 8 halaman 378 dan lainya dari para ahli hadist.

Kita ambil saja salasatu karena redaksinya hampir sama, dari ‘Aun Bin Abi juhaifah dari bapaknya berkata: Saya makan roti bubuk berkuwah dengan daging, kemudian saya datang kepada Rosulullah Saw dan saya bersendawa-(membuka mulut secara tiba-tiba dan keluar suara ini biasanya tanda kekenyangan)-, berkatalah Rosulullah Saw:" cukup sendawa mu wahai Abi Juhaifah , sesungguhnya kebanyakan manusia kenyang di dunia itu lebih panjang-(lama)- laparnya di hari akhir.HR Tabrani

Sejak itulah Abu Juhaifah RA tidak pernah memenuhi perutnya sampai beliau wafat, jadi ketika sudah makan siang beliau tidak makan malam begitu juga sebaliknya.Subhanallah…..

Setelah Rosulullah saw wafat, Abu Juhaifah RA kemudian menemani dan belajar tentang ajaran Islam kepada Ali RA, ketika Ali RA menjadi khalifah beliau menempatkan Abu Juhaifah RA sebagai Kepala Polisi di Kufah.

Abu Juhaifah RA menrima hadist dari Rosulullah Saw, Ali Bin Abi Thalib RA dan Al Barra’ Bin ‘Ajib, sedangkan yang meriwayatkan dari Abu Juhaifah RA adalah anak nya sendiri yang bernama ‘Aun, Al Sya’bi, Abu Ishaq Al Sabi’i, Salamah Bin Kuhail, dan lain-lain.

Abu Juhaifah RA wafat di Kufah tahun 74 H dalam riwayat lain 64 H pada sat Basyar Bin Marwan memimpin Iraq.Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari nya, Insya Allah.

Comments are closed.