Archive for June, 2006

Peta Sahabat

Monday, June 26th, 2006

Peta Sahabat Rodiyallahu Anhum

Sebelum kita masuk ke wilayah perbedaan yang ada pada para sahabat dan thabiin baik perbedaan dalam sudut pandang melihat permasalahan atapun perbedaan sudut pandang dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah, lebih baik kita lihat terlebih dahulu apa yang di maksud dengan sahabat dan thabiin kemudian peta para sahabat dan thabiin yang mulia itu, sehingga kita lebih arif dalam mengikuti jejak perbedaan dan kesepahaman yang ada.

Sahabat adalah setiap orang yang beriman bertemu dengan nabi dan wafat dalam keadaan islam.Menurut Abu Jar’ah jumlah sahabat nabi itu sekitar 114.ooo orang, mereka terdiri dari penduduk Madinah, Mekkah serta penduduk antara dua kota tersebut dan orang-orang yang melaksanakan Haji Wada’ serta orang-orang yang melihat dan mendengan nabi sewaktu di Arafah.

Sedangkan thabiin adalah setiap muslim yang tidak melihat nabi saw dan melihat serta bertemu sahabat baik meriwayatkan darinya ataupun tidak.

Madinah

Abdullah Bin Umar RA (s), Aisyah Binti Abi Bakar RA (s) dan Ubay Bin Ka’ab (t).Di Madinah terkenal juga dengan Fuqaha  Sab’ah (Tujuh Ahli Fiqh) yaitu Said Bin Musayyab RA, Urwah Bin Zubair RA, Al Qosim Bin Muhammad RA, Abu Bakar Bin Abdurrahman RA, Abdullah Bin Abdullah Bin Atabah Bin Mas’ud RA, Sulaiman Bin Yasar RA dan Kharijah Bin Zaid RA.

Makkah

Abdullah Bin Abbas Ra (s), Mujahid RA (t) dan Atha RA (t)

Kuffah

Abdullah Bin Mas’ud RA (s), Alqomah Bin Qoish Al Nuh’i RA (s), Al Aswad Bin Yazid RA (t), Masruq Bin Al Ajda’ RA (t), Saad Bin Abi Waqash RA, Amara Bin Yaser RA, Al Mugirah Bin Syu’bah RA, Khudaifah Bin Al Yaman RA dan Imran Bin Husain RA.

Kuffah terkenal juga dengan fuqaha sittah(enam ahli fiqh) yaitu Al Qomah Bin Qoish Al Nuh’i Ra, Ubaidah Bin Amr Al Salmai RA, Al Aswad Bin Yazid Al Nuh’i RA, Sarih Bin Al Harist Al Qodi RA dan Al harist Bin Al Awar.

Basrah

Abu Musa Al Asy’ari RA (s), Anas Bin Malik RA (s), Hasan Al Basry RA (t) dan Ibnu Sirin RA (t).

Syams

Nu’ad Bin Jabal RA (s), Ubadah Bin Al Shomit Ra (s), Abu Darda RA (s), Mahkul Al Dimasq RA (t), Umar Bin Abd Aziz RA (t) dan Abu Idris Al Khalani Ra (t).

Mesir

Abdullah Bin Amr Bin Ash RA (s) dan Yazid Bin Abi Habib (t).

Nah ada juga sahabat atapun thabiin dengan istilah ‘maula’ yaitu yang aslinay budak kemudian di merdeka kan.

Madinah

Nafi Maula Abdullah Bin Umar RA dan Sulaiman Bin yasar serta bapaknya RA Maula Maimunah RA (istri nabi saw) dan Rabi’ah Bin Abdurahman RA gurunya Imam Malik RA.

Makkah

Mujahid Maula Bani Muhjam RA, Ikrimah dan Atha Bin Abi Rabah Maula bani fahr RA dan Abu Zubair Muhammad Maula Hakim Bin Hazam RA.

Kuffah

Said Bin Zubair Maula Bani walih RA.

Basrah

Muhammad Bin Sirin dan Hasan Al Basri yang kedua orang tuanya mereka dari sabay maisan, Alhasan Bin yasar Maula Ziad Bin Tsabit RA.

Syam

Mahkul Bin Abdullah RA

Mesir

Yazid Bin Abi habib RA Maula Al Asad.

Yaman

Thaus Bin Kaisan RA.

Khuarasan

Al Dhahak Bin Mazahim RA.

Yamamah

yahya Bin Abi katsir RA.

Ini sekiranya gambaran singkat peta sahabat dan thabiin, tentunya dengan tersebar di seluruh penjuru negri akan memperkaya khazanah islam di kemudian hari, insya allah kita sambung lagi di tema selanjutnya.

Orang yang tidak pernah kenyang

Saturday, June 24th, 2006

Orang yang tidak pernah kenyang

Membahas atau lebih tepat merenungi para sahabat Rosulullah Saw seakan tiada habis dari nilai-nilai tauladan untuk kita semua.

Sebelum tulisan yang seakarang, saya telah muat mengenai Abu Hurairah RA yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri buat Ilmu dan ibadah sehingga karena dekatnya -termasuk menuntut ilmu-kepada Rosulullah Saw beliau banyak menerima dan meriwayatkan hadist.

Nah sekarang kita renungi seorang sahabat yang menjaga perutnya dengan tidak pernah kenyang, kalau makan siang beliau tidak makan malam begitu juga sebaliknya.

Di saat dunia penuh dengan sikap yang cenderung mendewakan materi dan menilai semua hal dengan materi serta demi materi menghalal kan semua cara, tidak sedikit penyakit seperti ini menjangkiti tubuh kaum muslimin itu sendiri bahkan menyeret sebagian para penyeru ajaran agama baik secara personal atapun lewat lembaga yang di milikinya.

Sungguh kalau semua bercermin kepada sosok sahabat Rosul yang akan kita renungi bersama ini insya allah tidak ada lagi pendewaan materi dan tentunya materi akan merata di setiap lapisan umat karena orang-orang serakah sangat sedikit, siapakah beliau yang mulia itu?

Beliau yang mulia bernama Wahab Bin Abdullah Bin Muslim Bin Janadah Bin Habib Bin Sawaa Al Suwai, terkenal dengan sebutan Abu Juhaifah.Bapaknya bernama Wahab, karena nya Ali RA mengelari Abu Juhaifah RA dengan Wahab Al Khair.

Abu Juhaifah RA termasuk sahabat yunior, beliau ketemu nabi pada masa akhir-akhir nabi berada di dunia tapi walapaun pendeknya waktu tidak jadi rintangan buat Abu Juhaifah RA untuk belajar dan menerima hadist dari Rosulullah Saw.

Kesungguhan yang luar biasa dalam menuntut ilmu kepada Rosulullah Saw sampai Abu Juhaifah RA suatu waktu tidak sempat untuk istirahat sejenak selepas makan dan langsung menemui Rosulullah Saw.

Imam Al Tirmidi di dalam Jami-nya kitab 38 sifatul qiyamah wa roqoiq wal wara’ bab 37 hadist nomor 2487 jilid 4 halaman 560, Imam Ibnu Mazah dalam Sunan nya kitab 29 al at’imah bab 50 al iqtishod fi al akl wa karohiyah alsyab’ hadist nomor 3350 jilid 2 halaman 1111, Imam Tabrani di Al Mu’jam Al Ausath hadist nomor 8929 jilid 8 halaman 378 dan lainya dari para ahli hadist.

Kita ambil saja salasatu karena redaksinya hampir sama, dari ‘Aun Bin Abi juhaifah dari bapaknya berkata: Saya makan roti bubuk berkuwah dengan daging, kemudian saya datang kepada Rosulullah Saw dan saya bersendawa-(membuka mulut secara tiba-tiba dan keluar suara ini biasanya tanda kekenyangan)-, berkatalah Rosulullah Saw:" cukup sendawa mu wahai Abi Juhaifah , sesungguhnya kebanyakan manusia kenyang di dunia itu lebih panjang-(lama)- laparnya di hari akhir.HR Tabrani

Sejak itulah Abu Juhaifah RA tidak pernah memenuhi perutnya sampai beliau wafat, jadi ketika sudah makan siang beliau tidak makan malam begitu juga sebaliknya.Subhanallah…..

Setelah Rosulullah saw wafat, Abu Juhaifah RA kemudian menemani dan belajar tentang ajaran Islam kepada Ali RA, ketika Ali RA menjadi khalifah beliau menempatkan Abu Juhaifah RA sebagai Kepala Polisi di Kufah.

Abu Juhaifah RA menrima hadist dari Rosulullah Saw, Ali Bin Abi Thalib RA dan Al Barra’ Bin ‘Ajib, sedangkan yang meriwayatkan dari Abu Juhaifah RA adalah anak nya sendiri yang bernama ‘Aun, Al Sya’bi, Abu Ishaq Al Sabi’i, Salamah Bin Kuhail, dan lain-lain.

Abu Juhaifah RA wafat di Kufah tahun 74 H dalam riwayat lain 64 H pada sat Basyar Bin Marwan memimpin Iraq.Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari nya, Insya Allah.

Bertamu

Friday, June 23rd, 2006

Assalamu’alaikum…Aa…!?..jadi ketemu hari ini? saya lagi di taxi bentar lagi sampai, tunggu saja di depan sekolahan Manhal, glek telp mati.

Hmmm akhirnya jadi juga ketemu, ngumpul ngobrol pakai bahasa Sunda lagiwah rasanya seperti di kampung saja, maklum jarang-jarang pakai bahasa ibu secara ramai sambil ketawa ketiwi ma makan seadanya.

Sebenarnya belum terlalu lama kenal bahkan baru ada yang saat itu saja ketemu nya tapi alhamdulilah langsung akrab apalagi yang lebih muda umurnya ngaku lanceuk (kaka red).

Ketemu abis jum’atan terus ngobrol-ngobroldan makan siang seadanya alhamdulilah puas juga.Eh jam setengah lima dia bilang" A’ mau ikut ngak ke rumah orang arab sekalian jalan-jalan dan makan disana".Bergumam sebentar saya jawab saja "boleh tuh tawaran nya".

Duh kirain rumah nya dekat rupanya jauh juga sampai tigakali naik kendaraan,taxi terus naik metro anfak (kereta bawah tanah), naik mobil bak terbuka sampai rumah tujuan.

Wah berkesan juga bisa naik bak terbuka percis sama seperti pengalaman sekian tahun ke belakang sewaktu jalan-jalan ke rumah paman di pedalaman garut jawa barat, bedanya kali ini perjalan nya tidak kampung banget tapi jelas nampak dari bangunan nya lingkungan menengah ke bawah dan para penduduknya masih nampak ramah dan cerah.

Sampai dirumah di sambut hangat sama penghuni, terutama si mamah iyah saya mangilnya mamah kalu di kitaya ibu lah gitu, terus ada si bapak dan anak-anak nya serta cucu dan menantunya.

Baru saja nafas hidangan sudah siap di meja besar wah ikan semua,banyak sekali jenis ikan di goreng pakai tepung ama sayuran mentah dan nasi goreng nya sekalian.

Namanya juga ibu-ibu rata-rata pada cerewetbegitu juga si mamah yang satu ini hehehe, Yalla ya gamaah alsan binakul (yuk semua kita makan bareng).

Saat kenalan saya ngaku nama Muhammad habis kalau ngaku nama asli pasti mereka merasa anehjadi biar tidak banyak bertanya ya saya ngaku saja nama yang populer disini, Muhammad…! kul…! Hut Dih……(muhammad makan ..ambil nih), dia letakan ikan gurame  lumayan besar juga, wah nikmat pasti nih he..he..he..

Pelan-pelan saya cicipin ..aduh paralun geuing asin pisan (duh ko asin banget), ya sedikit ber akting ceritanya saya bilang " Ya Mama..! Hadratik Tabbah…Asmak Dih Hilwa Awi Ana Bahibah.." (Bu …Ibu Seorang Ahli Masak  ..Ikan Ini Enak sekali ….Saya Suka…).Si mama tersipu malu sambil ngomong" Ahmad Biyatbuh Wa Ana Bi tarkibha" (Ahmad-anak dia- yang masak, saya hanya susun di meja saja).

Sampai kenyang makan ikan rasanya bahu bersirip saja seperti ikan hihihi.Singkat cerita karena sudah malam ya pamitan salam salaman dan ucapin makasih, mama bilang lagi" lain kali datangnya siang agar bisa lebih lama disini jangan seperti sekarang datang sore jadi kurang puas.Iyah deh mam kapan-kapan datang lagi.

Sebulan lewat si mama telp "Imta gai tani hina (kapan datang kesini lagi?) kapan mau kesini lagi?wahstuni awi (saya kangen banget), ya nanti mam kalu abis ujian, hehehe.

Insyallah kapan-kapan berkunjung lagi….

Dia itu penipu

Friday, June 23rd, 2006

Hmm..mm..rasanya susah sekali buat melupakan atau paling tidak sekedar tidak mengingat dalam beberapa hari, iyah kejadian menyakitkan akibat dari penipuan.

Kenapa saya katakan penipuan?ya karena beneran tertipu, siapa sih yang mengira akan terjadi sperti itu?sembilan puluh sembilan persen dalam diriku tidak mengira hal jelek akan terjadi.Oooo betapa tidak…seandainya anda dalam poisiku tentu akang mengalami nasib yang sama.

Disini saya bukan mau meratapi nasib, toh itu sudah suratan dari sana nya harus kejadian seperti itu, tapi sebagai curhat daripada di pendam saya ungkapkan saja disini.Tidak masalah walapaun curhatnya hanya sepihak, lagian ketika curhat ke orang lain suka ada su’udhan apalagi lawam curhat nya berlaian jenis seperti waria misalkan.

Sebenarnya sebaelum kejadian saya sudah di ingatkan oleh tiga orang teman dalam jarak waktu berlainan tapi karena terpesona oleh bentuk lahiriyah saya pun waktu itu tidak percaya, ya seperti teman-temanku yang saya ajak biacar tentang nasibku semuanya serempak tidak percaya..ah ngak mungkin dia berbuat seperti itu…!, eh..ama aku dia baik banget traktirin makanan bayarin trasnfor, Hmm..ketemu ama aku dulu dia baik-baik saja lembut dan perhatian, begitulah komentar teman-teman yang ku ajak bicara.

Iya mereka menyadari dalam satu hal….’iyah sih saya belum pernah ada hubungan materi ama dia", betul juga kata hadist manusia itu suka lemah dalam tiga hal sala satunya harta.

Sekarang akibat dari kejadian itu saya rugi materi banyak sekali, sungguh dalam sejarahku baru kali ini mengalami kerugian sebanyak ini, hutangku belum terbayar.Saya sudah berusaha dengan baik-baik sebanyak tiga kali lebih meminta hak saya tapi tanpa respon, jangan kan memberi ganti rugi….menanggapi omongan ku saja tidak…tersayat juga rasanya, kalau tidak ingat lagi agama ntah gemana…

Saya tidak membenci lahiriyah dia dengan cara berpakean yang luar biasa, aktifitas nya juga luar biasa..sungguh tidak benci….tapi saya benci sikapnya yang tidak ber kemanusiaan berkedok dengan semua aksesoris lahiriyah..sungguh benci, tak pernah saya benci manusia kecuali ama orang seperti dia.

akhir kata…ternyata balutan pakean yang indah, jilbab besar, aktifitas di lembaga agama, suka bicara agama dan lain lain, itu semua dalam dunia sekarang tidak lah jaminan orang itu amanah atas hak orang lain, punya rasa kemanusian terhadap orang lain, menghargai keringat dan fikiran orang lain, ya paling tidak ada lah ucapan terimaksih….ini mah tidak..sama sekali.

Semoga Allah swt memberi jalan bagi saya dapat rejeki sehingga hutang-hutangku dapat terbayar dan saya bisa pulang kampung dengan nyaman tanpa beban apa apa, dan allah swt lah yang akan membalas dia dengan yang setimpal sehingga dia sadar bahwa melanggar hak orang lain itu ada akibat nya di dunia ataupun setelah mati.amin amin

Pornografi dan pornoaksi

Monday, June 12th, 2006

RUU Pornografi

Saya mendengar rancangan RUU ini sudah lama bahkan masuk meja DPR sudah sejak lama, di musyawarahkan sampai terakhir dengar kabar akan di sah kan akhir bulan juni ini, benarkah?kenapa perlu RUU APP?apa sebaiknya yang harus di lakukan ummat islam sendiri?

Di balik di undur-undurnya pen sah-an RUU APP ini, sebenarnya saya tidak mau ber suudhan dan menebak sebelum hal itu terjadi atau di maklumi semua orang.Cuman kalau berangkat dari RUU-RUU lainya yang terlebih dahulu di sahkan seperti RUU wakaf misalnya, kita perlu urut dada kita yang rata ini(bahasa kasarnya kurus) karena ternyata semua perlu uang untuk sekedar sah, tidak kurang 2 miliyar rupiah buat sahkan RUU wakaf semua di tanggung MUI lewat santunan DEPAG yang ternyata di akhir di ketahui uang itu dari DAU, yaitu dana abadi ummat yang terkenal kasus nya itu.

Hati kita tentunya bakal miris dan ter iris-iris kenapa lembaga yang katanya wakil rakyat itu ketika di minta untuk mendukung kepentingan rakyat tidak bergerak kecuali setelah ada uang, ya termasuk wakil rakyat yang ketika pemilu ber kaos dan berlogo partai islam (saya tidak berani mengatakan mereka mewakili islam).Nampaknya tarik ulur kekuatan uang terus bergulir sampai ada yang merasa lelah.

Hmm iya hidup ini senantiasa perlu aturan terlepas dari apapun pandangan hidup yang di anutnya, tanpa aturan hidup akan berserakan dan tidak menentu, yang ada yaitu yang kuat menindas yang lemah.Ya sekarang pun ada aturan tidak sedikit yang tidak melaksanakan aturan, jadi ada aturan serta ada penegak aturan tersebut sekaligus sehingga bukan hanya sekedar berlembar-lembar kertas terus masuk mesium.

Apalah artinya lembaran-lembaran Undang-Undang kalau hanya sekedar arsip dan pajangan perpustakaan saja tanpa di laksanakan, itu semua tidak mencapai yang di tuju yaitu tercipta nya ketenangan dan terjaganya moral masyarakat.Benar penyakit kita yang akut itu bernama Moral, maksudnya moral pejabat kita rendah sehingga rakyatpun tidak segan berbuat yang serupa.

Nah melihat kondisi yang seperti itu, terus harus bagaimana sikap kaum muslimin, pemuka agama, ustad, suami, ibu dan remaja muslim?

Langkah paling tepat saya rasa evaluasi ke dalam tubuh kaum muslimin sendiri dari pada hiruk pikuk tentang berlembar-lembar RUU itu.Kita kaji kembali bagaimana sih masalah Tubuh kita itu?kita buka-buka Fiqh tentang masalah yang berkaitan dengan tubuh,apa yang harus di perhatikan, bagian anggota tubuh mana yang boleh nampak di muka umum?, bagian tubuh mana yang perlu perawatan lebih serius?.

Jadi kita tidak tejebak oleh arus yang hanya ini lah porno itulah tidak porno, tapi kita harus lebih maju lagi ini porno dan beginilah cara memperlakukan nya aggota tubuh yang di anggap porno itu dan kapan waktu membuka dan membicarakan hal tersebut.

Dalam fiqh sering kali masalah anggota tubuh di muat di bab pertama sekaligus cara merawatnya agar tetap sehat dan jauh dari penyakit termasuk penyakit sosial yang di timbulkan oleh anggota tubuh itu.

Ada bab Thaharah yang membahas bagaimana membersihkan anggota tubuh yang biasa ngeluarkan, terkena najis serta membersihkan dari hadast.

Mana yang boleh nampak dari anggota tubuh kita dan mana yang tidak boleh nampak, semua pembahasan nya ada di baba Aurat.

Bagaimana ketika ada melakukan kejahatan dengan merusak anggota tubuh seperti pelecehan, merusak alat kelamin, memperkosa dan sejenisnya, itu bisa di lihat di bab Jinayat.

Hubungan sex seperti apa yang boleh dan yang di larang serta bahaya nya bagi para pelaku hal tersebut, itu semua bisa di baca di baba tentang Jima’.

Insya allah peran semua kalangan tadi dengan memberikan informasi ajaran Islam yang mulia ini terutama terhadap generasi muda akan lebih menjaga dari hal-hal yang merusak moral.Melaksanakan ajaran agama itu bagi sebagian kalangan akan terasa berat akan tetapi tidak lah mustahil, karena nya berusaha lah, Insya allah.

Pernikahan Dan Politik

Wednesday, June 7th, 2006

Mungkin ketika anda membaca judul kolom ini terasa aneh, ko pernikahan dan politik, ya begitulah kenyataan akhir-akhir ini terutama mencuat setelah menjamurnya parpol.Apakah ini suatu kemajuan atau kah kemunduran dan penggeseran dari ajaran Islam yang mulia?

Awalnya saya kurang menanggapi dan sedikit kurang percaya ketika teman-teman mengatakan banyak kasus terjadi pernikahan gagal karena tidak direstui oleh Murabi(saya sendiri kurang sreg dengan istilah murabi insyallah di kolom berikutnya).Jadi dua pasangan yang sudah saling mencintai dan kedua ortu sudah saling merestui tiba-tiba gagal karena si anak patuh dengan restu Murabinya.

Baiklah sekarang kita lihat, dalam Islam (maksudnya dalam Fiqh Munakahat=Fiqh tentang pernikahan) di sebutkan dan di atur cara memilih pasangan.Hendaknya masing-masing calon mengedepankan pilihan atas Agama di samping pilihan lainya seperti termuat dalam hadist, Dari Nabi saw. beliau bersabda: “ Wanita itu dinikahi karena empat perkara; karena harta bendanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang beragama, maka kamu akan beruntung ”. Muttafaq Alaih.

Betul dalam Fiqh juga ada aturan Sekuffu(kesetaraan) dalam makna Takamul yaitu saling melengkapi karena kesetaraan dalam arti Tamasul yaitu sama percis suatu hal yang sangat sulit kecuali dalam hal jual beli.Nah dalam hal sekuffu ini boleh saja pernikahan apalagi baru sebatas rencana di batalkan, tapi yang punya hak disini adalah Wali(yaitu yang paling dekat ke si perempuan dari arah Ashobah bukan dawil Arham seperti Bapak, Kakek, saudara laki-Laki, Anak laki-laki dari saudara laki-laki , paman dan anak laki-laki paman-bukan paman dari arah ibu-).Jadi jika tidak ada bapak urutan selanjutnya yang yang menggantikan hak si bapak bukan jatuh ke Murabi karena tidak termasuk dalam Ashobah.

Nah sekarang kasusnya adalah Murabi yang ambil alih, ini jelas tidak lah tepat karena menyalahi aturan dalam Fiqh Munakahat.

Kalau saya lihat Murabi mengambil alih hak wali itu tidak lebih kecuali motip politik artinya tidak rela muridnya jatuh keluar kelompok atau partai sehingga mengurangi jumlah suara atau anggota nya, ini terjadi baik yg ber induk ke parpol ataupun ke kelompok ke agamaan.

Saya punya pandangan sebaiknya dalam melaksanakan agama islam sesuai dengan aturan-aturan nya yang telah ada dalam Fiqh, ketika masalah pernikahan pakailah aturan pernikahan ada dalam bab Munakahat, ketika terjun ke politik pakailah aturan politik ada di bab Fiqh Siasah.Jangan di campuraduk sehingga betul-betul menempatkan dan melaksanakan ajaran islam sesuai tempat dan aturan nya.

Saya takut dengan penggeseran ajaran-ajaran yang mulia itu menjadikan Islam bukan lagi solusi tapi justru masalah.Insya allah tetap optimis dengan banyak baca buku-buku ke islaman akan tumbuh kesadaran untuk ber islam sesuai tuntunan nya, Insya allah.walahu’alam

Akhlak Ber-organisasi

Thursday, June 1st, 2006

Saya sebagai orang yang suka baca berita, akhir-akhir ini merasa perihatin dan terusik juga dengan lagi ramai nya pemberitaan dan bahasan dalam sebuah media suara suatu organisasi terbesar di tanah air.
   
  Apa sih yang membuat semua berfikir dan merenung dan membuat saya terusik?ya masalah masuk nya ideologi luar terhadap sebuah organisasi,begitulah ungkapan nya. seperti tentang misi dan visi serta pengaruh terhadap model dan isi pengkaderan,kemudian dari hal seperti ini memunculkan kesemerawutan dalam tubuh organisasi,sebagian tidak taat lagi akan intruksi pimpinan karena lebih loyal terhadap organisasi lainya,pemanfaatan amal usaha,lembaga untuk pengkaderan dan penyebaran visi dan misi idiologi luar.
   
  Baiklah, menurut hemat saya dalam ber organisasi ada dua hal penting yang perlu di catat, pertama manhaj al diniy (pedoman beragama ), yang kedua manhaj al idariy (pedoman berorgnisasi).
   
  Nah dalam hal manhaj al diniy, insyallah semuanya lurus-lurus saja, baik itu oragnisasi ormas ataupun yang lainya,misalkan Muhammadiyah,Nahdhotul Ulama, Persatuan Islam, Tarbiyah, Al Wasliyah, PPP,PKS,PKB,PBR,PBB dan lain-lain.semuanya ahlus sunnah yang insyallah membawa keselamatan.Amin Ya Robb.
   
  Masing-masing organisasi punya ciri khas tersendiri dalam manhaj al idary nya,baik dalam orientasi pengembangan, pengkaderan, administrasi, ke anggotaan serta cara menyelesaikan permasalahan dalam tubuh nya sendiri.
   
  Terus apa dong yang menjadi permasalahan?
   
  Ketika hal kedua yaitu manhaj al idariy bersinggungan ini lah yang memunculkan permasalahan.karena semua organisasi punya pedoman organisasi,aturan tata administrasi,paket pengkaderan dan pengembangan amal usaha organisasi yang berbeda-beda serta tujuan nya berbeda-beda.
   
  Ambil contoh Muhammadiyah misalkan, kan manhaj al idariy nya mengembangkan amal usaha bidang sosial keagamaan untuk di nikmati semua kalangan manusia tanpa pilih-pilih agama,suku dan warna kulit,dengan membuat rumah sakit,panti asuhan,lembaga pendidikan dan lain-lain.
   
  Nah ketika ada ormas yang ber orientasi ke politik peraktis masuk organisasi semacam Muhammadiyah, yang akan di timbulkan adalah kehancuran dalam tubuh Muhammadiyah,karena mengganggu manhaj al idariy nya.misalkan lembaga sosial di jadikan ajang pembibitan kader-kader untuk pensuksesan pemilu, pilkada dan sejenisnya.Semestina lembaga sosial itu untuk di jadikan pengkaderan dan pengembangan amal usaha sejenisnya yg lebih besar agar lebih di nikmati oleh semua lapisan masyarakat tanpa ada unsur pemilu atau pilkada di dalamnya.
   
  Kenyataan seperti ini membuat keretakan dalam tubuh organisasi islam sendiri, bukan lah sebaliknya yaitu menimbulkan kebaikan dan kemajuan.
   
  Jadi apa yang sebaiknya di lakukan untuk mengatasi masalah seperti ini?saya punya usulan kira-kira begini:
   
  1.semua ormas, parpol yang berlabel islam agar saling menghargai masing-masing manhaj idary organisasinya,tidak memakai amal usaha organsisai lain untuk kepentingan organsisasinya yang sifatnya idariyah,seperti pemanfaatn untuk pemilu,pilkada dan lain-lain.
   
  2.semua organisasi berusaha jangan menyerobot organisasi lainya yg sedang berjalan, biarlah mereka berjalan masing-masing dengan garapan nya masing-masing, bukan kah masih banyak umat islam yang belum tergarap?nah yang belum tergarap itu di garap agar semakin kecil beban yang di tanggung,bukan justru menambah beban dan permasalahan dalam tubuh sesama oraganisasi islam.
   
  2.oraganisasi islam yang sifatnya sosial kemasyarakatan agar lebih tegas dalam bersikap apakah boleh atau tidak anggota nya bercampur dalam politik praktis,sehingga tidak ada lagi istilah pemanfaatan amal usaha untuk kepentingan golongan bukan ummat secara kesuluruhan.
   
  3.lebih menanamkan lagi akhlak berislam diantara para aktifis organisasi,termasuk akhlak berislam itu saling menghormati dan menghargani dalam manhaj idary masing-masing organisasi serta ikut mendukung terciptanya ketenangan dalam organisasi lainya.
   
  Semoga isi hati saya ini sebagai ucapan berlomba-lomba dalam mencapai kebaikan dengan tetap berpegang terhadap akhlak islam sehingga islam itu benar-benar membawa ketenangan dan semakin tergarapnya semua lapisan masyarakat tanpa ada kecekcokan yang membawa ke madhorotan bagi ke dalam tubuh organisasi islam sendiri.Amin Wallahu’alam