Archive for February, 2006

Guide Yang Bingung

Monday, February 27th, 2006

Guide Yang Bingung…

Arafah  Seorang Guide yang ideal kira-kira harus memiliki analisa yang tajam dan akurat dalam menentukan waktu dan situasi tempat, memahami bahasa penduduk serta daerah-daerah setempat, punya alat komunikasi dan pengalaman.

Saya sebagai orang yang pernah jadi Guide ya belum memiliki unsur-unsur di atas, jadi belum bisa dikatakan seorang Guide yang ideal.Hmm….walapaun begitu alhamdulilah pernah merasakan jadi guide beberapa kali.

Awal mengalami jadi Guide sewaktu tahun 2000, ketika di tawarin nge-guide sebelas orang jamaah haji pupuk kaltim.Karena belum pengalaman dari jumlah jamaah yang sebelas sampai akhir selesai sa’i hanya tinggal dua orang nenek-nenek yang saya guide,kenapa? yang lain kemana?

Ya karena umur dan kemampuan fisik dari sebelas orang itu tidak sama, akhirnya saya suruh saja yang muda-muda jalan sendiri sesuai pasangan suami istri dan hanya di tentukan tempat berkumpul dan saya hanya membawa dua orang nenk-nenek…dari sinilah awal mula saya jatuh cinta ama nenek-nenek…eh..maksudnya saya lebih suka  meng guide orang-orang tua.

Pengalaman Guide yang paling berkeesan justru terjadi pada tahun 2006 ini,ada rasa khawatir, deg-deg-an dan bahagia puas.

Emang tahun ini saya full time jadi Guide mulai tawaf, sai, arafah, mina dan bolak balik mina  makkah serta tidak kelewat mencari rumah makan, trasportasi dan mengantar belanja.Alhamdulilah semua lancar….

Saat-saat saya tegang dan ada rasa khawatir serta was-was…ketika saat meng Guide melontar Jumrah Aqobah tanggal sepuluh dan hari-hari tasyrik.

tanggal 11 yang mulai jatuh korban, saya pertama dengan korban jatuh di tempat melempar sekitar Duhur di kabarin teman yang Temus bahwa telah terjadi korban di Jamarat.

Dalam hati saya hanya berdo’a semoga saya dan orang-orang yg saya Guide selamat semua, lancar dan tidak terjadi apapun.Dengan mengucap Bismillah alhamdulilah saya mulai tenang dan siap di depan sebagai Guide.

Sebelum berangkat kami sholat duhur dan asyar di jama’ qosor kemudian berdoa dan pengarahan sewaktu melempar serta tempat berkumpul setelah melempar.Rencana awal melempar  akan di lantai dua  karean pertimbangan keselamatan dan kemudahan.

Bismillah kami berangkat, sewaktu berjalan ada seorang bapak berbisik" kamu bertanggung jawab yach!", saya langsung jawab….bapak-bapak dan ibu-ibu semua tamu Allah swt jadi yang akan menjaga ya Allah swt , saya hanya sebagai Guide.

Jalan sangat padat ,lautan manusia yang berjalan seperti semut.Ya saya deg-deg-an dan berdoa semoga selamat.Mendekati jembatan tempat melempar….di hadang polisi…(dalam bhs indo) semua yang melempar ambil lantai bawah dan tidak boleh ke lantai atas!, saya tanya "kenapa? dia jawab" lantai atas sudah penuh.

Bismillah saya arahkan semua yg di belakang ke arah alntai bawah…dan sedikit-sedikit pengarahan mana kira-kira bagian dari tempat lempar yang agak longgar dan tidak bahaya…alhamdulillah semua lancar….,semua bisa melempar dan tidak ada yg tertinggal.Alhamdulilah Ya Rabb….

Apa saya ngak pernah bingung? O..ooo ada tiga kalian saya mengalami kebingungan saat saya balik ke penginapan sewaktu di Madinah.Kan penginapan saya dekat Mesjid Bilal, saya sewa satu  ruangan bareng teman-teman.Saat pulang dari Mesjid Nabawi saya sampai muter-muter cari buildingnya….kebetulan ngak ada namanya…saya ingat pintu gerbangnya saja putih.Entah beberapa menit saya mutar-mutar, setelah agak capek alhamdulilah ketemu juga.

Besoknya sampai besoknya lagi sama kebingungan….astagfirullah…saya istigfar dalam hati.Sebenarnya  building itu mudah ko di cari atau di ingat karena hanya dua belokan saja dari Mesjid Bilal pas di ujung jalan.Ya namanya manusia yach tidak mungkin lancar terus tentunya ada liku-liku dan saya ambil hikmah nya yaitu Guide pun memungkinkan kebingungan pada saat-saat tertentu.Inilah yang saya alami.saya kadang ketawa sendiri….coba waktu itu saya ceritakan ke teman se penginapan tentu saya habis-habisan di ledek hehehe.Iman dan Teh Ila, fauzi dan  mbak Jannah, Andri dan Teh Gina,  Adiku fauzan serta Adel,  faris dan Balqis..saya sangat bahagia bersama kamu semuanya.Insyallah kapan-kapan saya  jumpai kamu-kamu.

Lagu-lagu Ku 01

Thursday, February 23rd, 2006

Lagu-lagu yang membuat ku menerawang

Roma Malam Terakhir
Singer(s): Rhoma Irama & Rita Sugiarto, Composer: Rhoma Irama

malam ini malam terakhir bagi kita
untuk mencurahkan rasa rindu di dada
esok aku akan pergi lama kembali
kuharapkan agar engkau sabar menanti

esok aku akan pergi lama kembali
kuharapkan agar engkau sabar menanti
aku akan sabar menantimu kembali
selamat jalan dan sampai berjumpa lagi

esok kita akan berpisah
tentu hari-hari kan jadi sunyi
esok kita akan berpisah
tentu hati akan rindu sekali
semakin lama kita berpisah
semakin mesra saat berjumpa

malam ini malam terakhir bagi kita
untuk mencurahkan rasa rindu di dada
kita akan berjumpa di saat bahagia
di saat malam pesta perkawinan kita

mengapa, mengapa hatiku berdebar-debar
seakan-akan ku ragu
untuk merelakan kepergianmu kasih
mengapa, mengapa hatiku berkata-kata
seakan-akan berbisik
bahwa kita tidak akan berjumpa lagi

kepergianku hanya untuk kembali
kita berpisah untuk berjumpa lagi
kecuali bila Tuhan menghendaki
tentu saja kita harus rela hati
karena kehendak-nya itu yang terjadi

Malam ini malam terakhir…

Primadona Desa
Singer(s): Rhoma Irama & Chorus, Composer: Rhoma Irama

hai bunga primadona desa, kau indah merekah
izinkanku memetikmu untuk kutanamkan
dalam jambangan hati di taman sanubari
sebagai tumpang sari semerbak mewangi
hai bunga primadona desa, kau indah merekah

alam sekitar menjadi saksi
jadi saksi akan keindahanmu
kicau burung-burung memuji penciptaanmu

aneka bunga merasa iri
iri hati akan keindahanmu
karena kumbang-kumbang bersaing mempersuntingmu

donna-donna-don primadona desa

Tersesat Duh……

Wednesday, February 22nd, 2006

Ulahku Jadi Tersesat…

Ihram Assalamualikum  wr wb, saya tengokan pipi ke arah kiri.Alhamdulilah selesai sudah Sholat Duhur berjama’ah,saya gerakan jari-jari tangan membaca tahmid, tasbih dan takbir sebanayk 33x, berdoa sejenak memohon kepada Allah swt.

Rasanya berat sekali badan saya gerakan di terik matahari tengah hari, rasa haus yang luar biasa, pelan-pelan meninggalkan mesjid lenyap dalam kerumunan manusia yang sama-sama pulang menunaikan sholat, saya hampiri terotoar toko emas untuk sekedar berteduh menunggu teman, saya tutupkan sajadah ke atas kepala menahan silau matahari.

Tiba-tiba….hai…..!ini kamu?….ha? mataku terbelalak…ini kang Anwar?kami pun berpelukan ,dia kaka kelasku sewaktu di SMU, sepuluh tahunan lebih tidak ketemu akhirnya ketemu di dekat Marwah masjidil haram, alhamdulilah masih sama sama kenal.Kami bercengkrama sejenak nosatalgia masa lalu dan karena waktu serta tempat akhirnya harus berpisah saling tukar alamat dan salam.

Saat berpelukan untuk berpisah …Assalamulaikum…..mas dari indonesia yach? sahut seorang bapak berpakean ikhram,berbadan gemuk yang berdiri di sampingku.Ooo..iya pak kami dari Indonesia sedang hajian juga sama seperti bapak.Ini mas..saya ini terpisah dari kelompok dan tidak bisa pulang ke hotel..tutur si bapak dengan wajah sedih dan nampak pucat serta terbata-bata.

Hm..mm…saya liat kartu yang menggantung di leher si bapak dan yang menempel di tas pasport nya, dug …hati saya sedikit kaget karena si bapak ini termasuk haji ONH Plus yang agak sulit cari hotelnya karena tidak seperti jamaah haji regular yang memakai nomor maktab dan nomor rumah.

Bapak tenang saja…..sambil saya tepuk pundak si bapak, insyallah saya antar bapak sampai ketemu teman-teman bapak.Terimaksih banyak mas  terimaksih banyak jawab si bapak dengan suara lirih sedikit tersenyum dan netes air mata.

Bismillah…ayuk pak kita cari alamat bapak, sebelumnya saya tanya " bapak tadi terakhir pisah dengan teman-teman dimana? .itu yang ada terowongan nya mas.oke..kita ke arah terowongan …otaku langsung tertuju ke arah terowongan Aziziyah..tapi ah masa ONH Plus di Aziziyah..jauh banget….celetuk hati saya.

Kami pun berjalan ke arah terowongan….terus berhenti dan saya tanya lagi sama si bapak, "pak  di sini bukan trakhir berpisah dengan teman-teman? ….Ii..ii iya…iya..disini…..terus terdiam……eh bukan…bukan…disini sahut si bapak.Coba bapak tenang….ingat-ingat kira-kira nama atau bangunan terakhir bapak liat saat berpisah teman-teman bapak.Saya berdiri menunggu si bapak.

OOo..ingat sekarang…..terakhir….(si bapak ngerutkan dahinya…telunjuk ke kepalanya)..di Sofitel Hotel.Alhamdulilah dalam hatiku ada titik terang. Ok kita ke Sofitel, sampai di Sofitel saya ambil kartu si bapak terus ke wartel karena ngak punya HP.

Hallo..Assalamualikum….(kira-kira terjemahan nya begini) Ini kantor ini yang bawahi Travel Artamarta?…Iyah…betul….ada apa? jawaban si arab yang angkat telp.Ini ada yang ngak bisa balik ke hotel nya.Ooo….naik taksi saja kesini nanti dari sini di antar ke hotelnya jawaban si arab dengan suara khas"ngirung".ok deh.

Tanganku melambai hentikan mobil taxsi gelap….lumayan bagus mobilnya…saya hampiri sopir dan tanya tau alamat ini?dia mengangukan kepala tanda tau.Berapa real ongkosnya saya tanya dia?80 real karean jauh jawab dia.Ha? mahal sekali…udah mas ngak papa mahal juga asalkan kita sampai ..kata si bapak sambil toel tangan saya.Ok deh 60 real saja turun sedikit.akhirnya karena si bapak sudah ngak sabar ya di sepakti 60 Rs.

Lama muter-muter sampai pingiran kota Makkah masuk ring road 3, ngak ada pemukiman yang ada hanya gunung-gunung batu, sampai ngantuk-ngantuk. Alhamdulilah sampai juga…alhamdulilah…

Setengah jam menunggu di kantor itu terus di bawa ke hotel tempat si bapak.Beberapa kali si bapak ucap alhamdulilah terimaksih mas sambil meluk-meluk badanku, saya pun puas bisa ngantar si bapak bertemu rombongan nya.Saya di tawarin makan tapi saya ngak mau karena buru-buru.Pak….sebentar…saya bisikan…"sebenarnya bapak kenapa bisa sampai pisah dengan rombongan dan ngak bisa kembali ke tempat semula?….si bapak menjawab:" ceritanya begini mas…kan tadi ada dua orang teman bapak dari rombongan yang terlambat …terus saya bilang sama teman-teman….Ah gitu saja ngak bisa balik sih…biar saya cari".Terus saya cari…eh malah saya  yang bingung ngak bisa kembali sampai ketemu mas tadi di trotoar toko mas.

Begitulah kesmobongan kadang langsung berbuah pahit walapun niatan bagus untuk menolong teman atau saudara tapi dengan sikap sombong akhirnya kena batunya.Subhanallah maha suci Engkau Ya Allah ..kami mohon ampun atas sikap-sikap kami yang sombong, sunguh kami tidak sanggup menanggung akibat atas sikap-sikap kami..

Kenapa Bapak Tidak Berdaya?

Tuesday, February 21st, 2006

Sekelumit kisah nyata saat beribadah

Ambulan Sengaja saya tulisakan di blog kejadian yang saya anggap berkesan dan bisa jadi pelajaran bagi saya dan siapa saja yang membaca.

Cuaca tidak menentu saat bis yang embawa kami tiba di Muzdalifah, berdebu dan serba darurat tanpa tenda ataupun alas yang layak.Yach beginilah suasana Muzdalifah apalagi masa zaman Rosululullah tentunya jauh lebih menantang.Tidak lama setelah waktu Isya masuk kamipun menggelar karpet plastik dan rebahan badan, julurkan kaki menatap langit yang sudah gelap hanya cahaya lampu yang agak merah.

Kutatap ke berbagai arah yg nampak putih-putih lautan manusia dan berjejer antrian bis yang siap mengangkut ke Mina.

Jam 23 malam tiba-tiba ada sedikit bunyi ribut di arah depan, ternyata ada seorang bapak tergeletak dengan kain Ihram yang basah semua di bagian sarung nya, disampingnya seorang ibu dengan neteskan air mata menemani serta perawat dan dokter yang nampak bingung.

Ingat sebagai Guide saya pun bangun dan mendekat mencari tau apa yang terjadi.Hm.mm….saya tanya…Bapak ini kenapa Bu?…ibu itu menoleh…Bapak jatuh di Toilet.saya jongkok ngamatin yang di lakukan perawat dan dokter.Dokter pasangkan jarum infus ke tangan si bapak dan perawat pegangin bungkus cairan infus nya.

Nampak tangan si bapak berdarah dan bu doket bingung begitu juga perawat.saya hampiri mereka.ada yang bisa di bantu dok? ooo boleh…coba carikan senter yang besar dan tiang buat ikat bungkus infus serta kain ihram buat menganti yang basah, saya muter tanya sama orang-orang apa ada yang punya senter.kaih ihram cadangan dan troli.alhamdulilah ada yang bawa senter walapun kecil-kecil dan troli buat kaitan bungkus infus serta tiga helai kain ihram dari tiga orang.Saya di bantu yang lain pasangkan kain ihram ke bagian bawah badan si bapak agar tidak kedinginan.Tiba-tiba bu doket bersuara..Wah masih ngak cukup karena kurang terang, terus gemana dok celetuk ku, kita bawa saja kerumah sakit jawab dokter sambil menatapku.

Ku lihat si bapak nampak payah tangan kanan ngak bergerak.Saya agak dekat ama dokter…gemana kalau saya pangilkan ambulan yang lagi piket tapi itu pasti ambulan arab.Bu dokter langsung nyela ..aduh aduh jangan lah pangil ambulan Arab nanti repot urusan di rumah sakitnya.kita pakai saja ambulan dari kita sendiri.

Tidak lama ambulan datang, saya bareng orang-orang sekitar menandu si bapak dan masukan ke ambulan.Saya ,istri bapak yang sakit dan bu dokter menemani si bapak dalam ambulan menuju Rumah Sakit Mina.

Dalam ambulan tak henti si ibu neteskan air mata sambil natap si bapak, sedangkan si bapak terpejam tak besuara.Saya bisikan Bu….tenang saja insyallah tidak ada apa apa bapak akan sehat dan kita kembali ke Muzdalifah untuk sempurnakan Mabit.

Hati bergumam …sering saya liat ambulan bersuara baru kali ini saya tau isinya kaya begini, menegangkan dan semua rasa.Saya berdoa semoga di jauhkan dari hal hal begini amin..amin.

Setelah melewati beberapa saat sampailah di Mina dan langsung ke bagian kesehatan antar si bapak di rawat.Saya hanya menunggu sambil perhatiin dan nemani si ibu.Singkat cerita semua beres , akhirnya kami harus kembali ke Muzdalifah dan meninggalkan si bapak.

Saya hampiri seorang bapak berseragam..Pak mohon antarkan kami ke Muzdalifah untuk Mabit.Wah susah dek karena ambulan yang ke muzdalifah hanya untuk orang-orang sakit.Saya berdiri lebih dekat lagi ke arah si bapak duh..Pak tolonglah kami ngak ada jalan lain untuk kesana kecuali di antar oleh ambulan.

Alhamdulilah Allah SWT memeberi jalan dengan tiba-tiba ada ambulan jalan mau ke Muzdalifah, akhirnya kami bertiga naik dan sampai ke Muzdalifah.Alhamdulilah rasa syukur kepada Allah SWT karena si bapak dah di Rumah Sakit dan kami bisa sempurnakan Mabit sampai waktunya.

Dalam benak ku ada kejanggalan atas kejadian ini .."di lihat dari fisik si bapak  tampak gagah, ganteng dan kuat, tapi kenapa tak berdaya sedikit pun walapaun hanya untuk berdiri dan tangan kanan lemah untuk di gerakan? dari segi umur pun nampak masih agak muda, rambut belum banyak putih dan kulit belum terlalu berkeriput.

Kejanggalan saya ini tambah lagi ketika selesai urutan ibadah haji.Tidak sengaja saya menjumpai kerumuman orang yang lagi bicarakan si bapak yang sakit" Eh bapak itu ketika latihan manasik haji dan saat berangkat sehat dan tampak kuat, tidak ada tanda-tanda sakit atau fisik lemah.

Semua kejanggalan itu terjawab ketika di Madinah saat saya dua hari lagi berangkat ke Jeddah.Menurut pengkuan si bapak kepada teman-teman nya kenapa dia sakit dan tak berdaya saat pelaksaan ibadah haji, sewaktu di Jakarta si bapak permah bilang ke teman-teman kenalan nya " Ah haji kan ngak mesti ke Mekah tapi di Jakarta juga bisa".

Alhamdulilah si bapak mengkui kesalahan nya…ya lebih baik mengakui kesalah sebagai bahan evaluasi diri dan lebih dekat untuk bertobat.Sungguh berat untuk mengakui kesalahan termasuk diri saya sendiri…semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosaku amin amin amin.