Berpuasalah Niscaya Kamu Sehat

September 14th, 2006 by bieru
Berpuasalah Niscaya Kamu Sehat
Tela’ah Atas Status Hadist
Oleh:Mang Bieru
Bulan Ramadhan, bulan sangat mulia bagi kaum Muslimin, semarak menyambutnya dengan berbagai kegiatan yang bernafaskan ibadah baik secara perorangan maupun secara berkelompok atau lembaga kemasarakatan.
Jam terbang para Da’i dan Mubaligh semakin padat begitu juga yang sifatnya karbitan seperti artis yang menyulap diri sebagai Ustadz dan penceramah ataupun tokoh politik yang semua engusap-usap berlembar-lembar rupiah yang secara tiba-tiba bersorban dan berceramah.Semua sibuk, semua padat waktu dan semua kena sebautan ‘jarum" alias jarang di rumah.
Itu semua positif jika di barengin dengan niatan ihklas dan di bekali isi ilmu kegamaan sehingga masyarakat menyimaknya dengan penuh penghayatan dan pengamalan bukan seperti menonton lawak, penuh canda tawa yang ada kepuasan lahir berupa fresh dari penat-penat masalah seharian bekerja dan tuntutan materi lainya.
Nah hampir tiap tahun atau bisa dikatakan tiap tahun para Da’i dan penceramah kita sering menyampaikan hadist berbunyi :" Puasalah kamu nisacaya kamu sehat",yang jadi di kekurangan kita adalah justru kita seperti gayung bersambut dengan menyampaikan lagi ke orang lain tanpa kita merenungkan apakah hadist ini statusnya shohih atau dhoif.
Baiklah kita tengok sekarang bagaimana hadist terkenal ini dari segi statusnya bukan dari segi makna hadist, karena kita sudah pada tau bahwa puasa mendukung terhadap upaya seseorang mempertahankan kesehatan walapun tidak semua terobati atau terkurangi dengan puasa, justru pada saat-saat tertentu di anjurkan untuk tidak puasa seperti firman Allah Swt dalam surah Al Baqoroh 184 dan 185.
Berpuasalah niscaya kamu sehat ( suumuu tasihhuu ), hadist ini banyak diantara para sahabat yang meriwayatkan nya seperti Abu Hurairah Ra, Ali Bin Abi Thalib Ra dan Ibn Abbas Ra.
Hadist tersebut di muat di kitab-kitab Imam Ahmad di Musnadnya 5/364 dari Abu Hurairah, dan Imam Tirmidi di Sunan nya 3/118 dari hadist Rafi Bin Khudaij RA, Lih Maqosid Hasanah hal 318, kitab Tamayuz Al khabis Min Al Thayyib Hal 88, kitab Asnaa Al matholib hal 167 dan Majma Al Zawaid Wa Manba’ Al fawaid 3/179.
Pertama:Abu hurairah RA yang di keluarkan hadistnya oleh Al Aqili Fi Dhu’afaa Jilid 2 halaman 92 dalam profil nya Zahir Bin Muhammad Al Tamimi, Imam Thabrani Fi Al Ausath Jilid 8 Halaman 213 nomor 8312 dari jalan Zahir Bin Muhammad dari Suhail Bin Abi Sholih dari bapaknya, dari Abi Hurairah Ra dengan teks "Berperanglah niscaya kamu mendapat gonimah, berpuasalah niscaya kamu sehat dan berpergianlan niscaya kamu beruntung". Al Aqili mengomentari nya "tidak ada yg lain mengikuti hadist tersebut kecuali dari arah yg di dalamnya ada kelemahan". Imam Thabrani berkata: hadist tersebut tidak ada lagi yang meriwayatkan dgn teks spt itu kecuali hanya Zahir Bin Muhammad.
Kedua:Ali Bin Abi Thalib Ra , yang di keluarkan hadistnya oleh Ibn `Adi fi Al kamil 2/357 dari jalan Husain Bin Abdullah Bin Dhomirah Bin Abi Dhamirah dari bapaknya dari kakeknya dari Ali Bin Abi Thalib Ra berkatalah Rosulullah:" Berpuasalah nisacaya kamu sehat" dengan sanadnya yang "talafa"(rusak), karena Husain seorang yg matruk ( tidak diterima ) hadistnya sebagaimana di katakan oleh Imam Ahmad dan Imam Nasai dan yg lainya, begitu juga Imam Bukhari mengatakan bahwa Husain munkarul hadist sebagaimana hal itu di ungkapkan oleh Ibn `Adi sendiri.
Ketiga:Ibn Abbas Ra yang di keluarkan hadistnya oleh Ibn `Adi fi Al Kamil 7/57 dari jalan Nasyhal Bin Said dari Al Dhohak dari Ibn Abbas Ra, beliau berkata:bersabdalah Rosululah Saw:" Berpergianlah kamu niscaya kamu sehat dan berpuasalah nisacaya kamu sehat dan berperanglah niscaya beruntung".
Sanadnya dhoif jika tidak ya maudhu(palsu) karena sebagaimana kata Ibn Rawaihah bahwa Nasyhal Bin Said itu pembohong dan menurut Imam Nasai Nasyhal Bin Said matrukul hadist (hadistnya tertolak)
Beberapa ulama memberikan status dhoif terhadap hadist tersebut seperti terlihat dalam kitab Tahrij Al Ihya li’Iraqi 3/75, Al Kaamil Fi Dhu’afa’a Al Rijaal Li Ibn ‘Adi 2/357, Kitab Al Syudzrah Fi Al Ahaadist Al Musytahirah Li Ibn Thulun 1/479, Kitab Al Fawaid Al Majmu’ah Fi Al Ahaadist Al Maudhu’ah Li Syaukani 1/259, Kitab Al Maqosid Al Hasanah Li Sakhawi 1/549, Kitab Kasyf Al Khafaa Li Ajluni 2/539, Kitab Silsilah Al Ahaadist Al Dhaifah Wa Al Maudzu’ah Li Al Bani 1/420.
Harus bagaimana kita bersikap?syekh Sholih Bin Fuzan Al Fauzan dalam mengomentari hadist tersebut beliau bertutur:" Walapaun sanadnya tidak ada yg kuat akan tetapi makna nya benar karena puasa memberikan kesehatan terhadap tubuh begitu juga dgn puasa mencegah berampur aduknya makanan yang menyebabkan penyakit.
Jadi berpuasanya semata-mata niat kewajiban dan mengharap ke ridho’an dari Allah Swt sehingga benar-benar khusyu’ , kalaupun ada indikasi kesehatanya itu adalah hikmah dari menjalankan ibadah puasa, sebaliknya kalau berpuasa niat nya untuk sehat tapi ternyata belum di beri kesehatan akhirnya kekecewa-an  yang di dapat.
Dalam melaksanakan ibadah -termasuk ibadah puasa-seseorang tergantung dengan niatnya sebagaimana di kemukakan dalam Qoidah Fiqhiyah " La Sawaba Illa Biniyah " yang makna nya tidak ada perbuatan amal ibadah seseorang itu mendapat pahala atau dosa kecuali sesuai niatnya, ini sejalan dengan hadist Nabi Inamal A’malu Biniyah …( Bukhari Muslim ).
Semoga bulan Ramadhan tahun ini lebih bermakna dan meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya, amin amin.Kamis 21 Sya’ban 1427 H / 14 September 2006 M
Di olah dari berbagai sumber
http://www.islamtoday.net/questions/show_question_content.cfm?id=635
http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=338344
http://www.amaneena.com/m/saumnes.htm
http://www.al-eman.com/Islamlib/viewchp.asp?BID=143&CID=39
http://www.islamway.com/?iw_s=Fatawa&iw_a=view&fatwa_id=4458
http://www.majdah.com/vb/showthread.php?t=11285

Rumah Sakit Dalam Islam

September 11th, 2006 by bieru
Rumah Sakit Islam Masa Kemajuan
Seiring dengan gerakan penerjemahan karya-karya barat dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan termasuk dalam bidang kedokteran pada abad ke 2 Hijriyah atau lebih tepatnya pada masa Harun Arasyid dari dinasti Abbasiyah tahun 170 H sampai 193H dengan membangun lembaga ilmu pengetahuan Baitul Hikmah yang lebih maju lagi ketika anak nya beliau menjadi khalifah yaitu Al Makmun tahun 198 H sampai 218 H.
Kemajuan bidang kedokteran pada masa ini di tandai dengan munculnya karya-karya kedokteran dalam bahasa Arab dari hasil olah fikir para ulama atas karya-karya Yunani dan perdaban lainya yang masuk dalam futuhat islamiyah, sehingga berdirilah rumah sakit- rumah sakit modern dengan sekaligus perpustakaan dan tempat pendidikan kedokteran yang menjadi satu dalam lingkungan rumah sakit, sungguh sebuah karya yang luar biasa besar bagi perdaban manusia yang mana saat itu Eropa dalam ke gelapan dan kemunduran, Subhanallah.
Baiklah kita mencoba untuk mengenal rumah sakit- rumah sakit Islam modern pada masa-masa ke emasan Islam ini walapaun secara garis besar bukan secara utuh semua rumah sakit Islam yang ada ketika itu..
Dengan mengetahui peradaban Islam dalam bidang kesehatan semoga  kita lebih percaya diri lagi bahwa Islam benar-benar sebagai agama rahmat dan pembawa keselamatan dengan perhatian nya yang sangat besar terhadap kesehatan fisik maupun mental spiritual.
Rumah sakit dalam Islam secara garis besar terbagi ke dalam dua jenis yaitu rumah sakit yang tidak permanen dengan berpindah pindah dari satu tempat ke tempat lainya (Al Mustasyfa’a Al Muntaqil) atau sekarang lebih terkenal dengan sebutan rumah sakit lapangan.
Pada masa kepemimpinan Al Muqtadir Billah, seorang khalifah dinasti Abbasiyah yang ke delapan belas tahun 295 H-320H, masa ini ada yang bernama Tsabit Bin Sanan Bin Tsabit Bin Qurrah, beliau seorang dokter dan cucu dari tokoh dokter terkemuka di Bagdad yang menjadi staff ahli Baitul Hikmah waktu itu yaitu Tsabit Bin Qurrah.
Tsabit Bin Sanan Bin Tsabit Bin Qurrah mengajukan proposal kepada Al Muqtadir agar menyediakan para dokter, perawat, peralatan medis, tenda-tenda, obat-obatan dan logistik untuk berkelana ke setiap penjuru negri mengobati orang-orang yang sakit, mulai dari kota ke kota, lembah ke lambah sampai ke pegunungan yang di huni orang-orang Badwi.
Rumah sakit lapangan yang lebih besar lagi pada masa kepemimpinan raja Sultan Mahmud Al Saljuqy tahun 511 H-525 H, beliau seorang khalifah dari dinasi Daulah Saljuqiyah.
Pada masa ini dengan peralatan medis lebih lengkap, para dokter lebih profesional dan para perawat lebih terampil serta obat-obat-an lebih lengkap, berkeliling negri negri dengan menggunakan empat puluh ekor unta sebagai alat kendaraan, singgah di suatu kota untuk mengobati orang-orang sakit kemudian berpindah ke kota lainya, dari satu lembah ke lembah lainya, tanpa membedakan mana kaya atau miskin, Muslim atau Kfir.Subhanallah luar biasa agung nya.
Dengan kaca mata sekarang mungkin copy-an rumah sakit lapangan itu dengan memakai ambulan-ambulan, pesawat terbang, kapal laut dan box-bok kontener yang di sulap jadi rumah sakit jalan.Apakah ummat Islam sekarang tidak mampu? sungguh mampu asalkan ada kemauan keras serta kerja keras di sokong dengan dana infak, sodaqoh dan zakat yang memadai, karena zaman ke emasan Islam pun sokongan dana tercesar adalah dari infaq sodaqoh dan sumbangan dermawan.
Rumah sakit dalam Islam model kedua adalah rumah sakit permanen (Al Mustasyfa’a Al Tsabit), rumah sakit ini di bangun di kota- kota dan daerah-daerah seperti nanti akan di ceritakan.
Rumah Sakit Al ‘Adhy (Al Mustasyfa’a Al ‘Adhy) yang di bangun pada masa dinasti daulah Ibn Bawaih tahun 371 H di Bagdad.
Ketika grand opening rumah sakit ini sudah menyiapkan dua puluh empat tenaga dokter kemudian bertambah seiring waktu berjalan.Dilengkapi dengan perpustakaan (Maktabah), apotek (Khazanah Syarab, Al Syaranjaanah atau Shoidaliyah), dapur (Mathbah) dengan beberapa karyawan (Muwadhaf).Setiap dokter bergilir piket setiap malam karena rumah sakit ini buka dua puluh empat jam.
Rumah Sakit Marakis (Al Mustasyfa’a Al Marakisy) yang di bangun pada masa Al Mansur Abu Yusuf Ya’qub, beliau raja daulah Al Muwahhidin tahun 580H-595H di Magrib (sekarang Maroko di Afrika).
Rumah sakit ini termasuk rumah sakit terindah di zaman nya, dengan taman-taman bunga yang warna warni, pepohonan yang hijau penuh daun, danau-danau buatan yang lebih membuat nyaman pasien maupun tenaga medis dan para masiswa yang belajar didalam nya.dari segi pelayanan kesehatan sangat baik dengan SDM para dokter yang mumpuni, perawat yang trampil serta obat-obatan yang lengkap.
Masa daulah Mamalik Bahriyah, tepatnya masa raja Al Mansur Saifuddin Qalawun di Kairo, dibangunlah rumah sakit besar Al Mansuri ( Al Mustasyfa’a Al Mansuri Al Kabir) tahun 683 H.Rumah sakit ini sangat asri dan ditangani oleh tenaga dokter profesional sehingga tidak aneh lagi dalam sehari jumlah pasien yang di tangani mencapai empat ribu pasien.
Di rumah sakit ini terkenal dengan dokter bernama Al ‘Arif Billah Al ‘Alamah ‘Alaudin Ali Bin Abi Al Hazm Bin Al Nafis Al Qurasy atau terkenal dengan sebutan Ibn Nafis dan Ibn Sina baru karena ke ilmuan nya yang melebihi Ibn Sina.
Beliau selain menjadi direktur di rumah sakit ini beliau juga mencurahkan semua ilmunya dan tenaganya terhadap rumah sakit ini sampai rumah, buku-buku di wakafkan nya sehingga rumah sakit ini terkenal tidak hanya dari segi bidang pelayanan medis nya tapi terkenal pula dengan sebutan Khajinul ‘Ulum (gudangnya ilmu pengetahuan) yaitu sebagai lembaga pendidikan dan peraktek dokter-dokter muda.
Rumah Sakit ‘Al ‘Atiq yang dibangun oleh Ahmad Bin Thulun tahun 254H-270H dari daulah Thuluniyah, rumah sakit ini sifatnya umum dengan membuka semua spesialisasi termasuk perawatan dan pengobatan orang-orang gila.
Ibn Thulun secara pribadi rutin mengunjungi rumah sakit ini terutama bagian yang menangani penyakit gila setiap pagi pada hari Jum’at.
Rumah Sakit Al Nuri di Damaskus yang dibangun oleh Sultan Nuruddin Mahmud Al Syahid pada tahun 549 H, karena ke isimewaan dan kelengkapan serta di dukung para medis yang tangguh rumah sakit ini bisa bertahan sangat lama sampai tahun 1328 H atau 1899 M, luar biasa sampai delapan ratus tahun lamanya membantu ummat dalam bidang pelayanan kesehatan, Allahu Akbar….
Insya Allah kita lanjutkan dengan pembahasan pandangan Islam terhadap pasien yang membutuhkan perawatan dan bagaimana setelah pasien sembuh?pada artikel selanjutnya kita akan membahasnya, Insya Allah.
Daftar pustaka:
1.Tafsir Qurthubi lih www.al-islam.com
2.Tafsir Thabari lih www.al-islam.com
3.Fathul Bari Syarh Shohih Bukhari, Ibn Hajar Al Asqolani lih www.al-islam.com
4.Syarh Shohih Muslim Li Nawawi lih www.al-islam.com
5.Maushu’ah Hadarah, Majalis Al ‘A’la Li Suun Al Islamiyah, Kairo Mesir
6.Al Mujiz Fi Tibb Li Ibn Nafis, Majlis Al ‘Ala Li Suun Al Islamiyah, Kairo Mesi,Wujaroh Auqaf Mesir
7.Al Musu’ah al Muyasarah Fi Tarikh Al Islami, Muasasah Iqra kairo Mesir
8.Fi al Tib Al Islami, makalah Dr Ibrahim Murad
9.Tib Al Nabawi, Syamsuddin Abi Abdillah Bin Qoyyim terkenal dengan Ibn Qoyyim lih www.al-eman.com
10.Al Tibyan edisi 13 , 14 dan 15 tahun ke 2 di keluarkan oleh Jamiyah Syar’iyah kairo Mesir
11.Muqodimah Ibn Khaldun, Dar Hadist Kairo mesir
12.Thabaqot Al Atibaa, Ahmad Bin Al Qosim Bin Khalifah Bin Yunus Abul Abas yang terkenal dengan Ibn Abi Usaibah, lih www.al-eman.com

Perbuatan Asusila

August 30th, 2006 by bieru
Gambaran Prilaku Asusila Tela’ah Surah Yusuf 29
Oleh:Si Bieru
Perilaku asusila dari dahulu sampai sekarang terus berlanjut bahkan sampai habis kehidupan manusia di muka bumi ini, dalam surah Yusuf ini Allah Swt menggambarkan nya dengan sangat jelas penuh dengan rahasiah balagah-rethorika- dalam kata dan kalimatnya, kita ambil satu ayat saja dari surah Yusuf tersebut.
(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." Qs Yusuf 29
Dari ayat di atas kiranya ada tiga hal penting untuk kita simak dan kita renungkan agar kita dapat mengambil pelajaran darinya
1."Berpalinglah dari ini" Athobari menafsirkan nya Yusuf hendaknya tidak menceritakan ke siapapun apa yang telah di lakukan oleh Istri Azis yang berupa godaan, dari Ibn Zaid dalam " Arid An Hadza "  yaitu jangan menceritakan nya.
2."Wastagfiri Lidanbiki "-mohon ampunlan atas dosamu itu-, Al Qurthubi menafsirkan nya dengan memohon ampunlah pada suami mu atas dosamu niscaya dia tidak menghukum mu", dosa yang di maksud seperti kata Ibnu Katser adalah keinginan jelek serta tuduhan asusila (qadaf) terhadap Yusuf dan Yusuf terbebas dari segala tuduhan itu.
3."Innaki Kunti Minal Khootiin" -karena sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang salah-.
Nah kata "Khotiin" adalah bentuk jamak mudakar-jamak jenis laki-laki- padahal istrinya Azis adalah perempuan, ko pakai kata laki-laki-mudakar-, mengapa? kan semestinya ayat itu berbunyi " Innaki Kunti Minal Khatiaat ".
A.Menurut Athobari kenapa tidak memakai kata "Khatiaat" karena tujuan dari ayat bukan untuk meceritakan perempuan semata akan tetapi untuk menceritakan orang yang berprilaku  dan prilaku nya itu salah.
B.Menurut Al Qurthubi kenapa tidak memakai kaat "Khatiaat", karena tujuan nya menceritkan laki-laki dan perempuan sehingga di pakai kata jenis laki-laki, soalnya kata jensi laki bisa mencakup jenis perempuan di dalam nya, jadi makna nya menurut beliau adalah "Minan Naasi al khatiiin"-dari orang (manusia)yang salah-.seperti ayat di surah An Naml ayat 43, At Tahrim 12,
C.Dari segi ilmu Balagah atau Rehtorika
Menurut ulama bahasa kenapa dalam ayat tersebut tidak mengunakan kata Khaatiaat sesuai peristiwanya yang jenis perempuan, jawab nya, karena Allah Swt mengunakan kata Al Khaatiin -jenis mudakar-  adalah karena berdasarkan ke umuman atau mayoritas -ala sabilil taglib-.
Secara kebiasaan yang lebih aktif dalam hal melakukan hubungan antar jenis adalah laki-laki bukan jenis perempuan, biasanya perempuan bersifat pasif.
Nah dalam kasus itrinya Azis, dia menyalahi ke umuman dengan bersikap aktif agresif mengajak Yusuf untuk melakukan asusila bahkan dengan ancaman terhadap Yusuf, sehingga sikap Istrinya Azis tersebut di katagorikan sikap laki-laki karena ke agresifan  dan ke aktifan nya.Firman Allah Swt
Wanita itu berkata:  "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak.  Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina."Yusuf 32
Kemudian kenapa yang berkata kepada Yusuf tidak dengan marah atau kasar layaknya laki-laki yang istrinya berbuat tidak baik tetapi sebaliknya yaitu dengan penuh kelembutan seperti tercatat dalam ayat tadi "(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." Qs Yusuf 29.
Imam Qurthubi memberikan dua jawaban kepada kita atas pertanyan di atas, pertama:Orang itu tidak dalam kedaan cemburu buktinya dia diam (tidak beraski keras), serta kebanyakan penduduk Mesir pada saat itu tidak memiliki cemburu, kedua :Allah Swt mengilangkan rasa cemburu pada orang itu sehingga yang ada adalah kelembutan terhadap Yusuf dan Allah pun meniadakan rasa Yusuf terhadap istrinya Azis dan memaafkan nya.Wallahu’alam.31/8/2006

Libanon Israel

August 25th, 2006 by bieru
Perang Libanon sebuah Analisa Hiburan
Oleh Si Bieru

Sebelum memulai analisa perang ini,saya tahu diri bahwa saya bukan pengamat perang ataupun politikus tapi hanya sekedar pandangan dari saya yang sedikit menyukai seni  musik dangdut Roma Irama dan Evi Tamala, jadi pandangan saya pun jelas hanya sedikit dari segi hiburan saja tidak melebar ke yang lainya.

Kenapa saya ambil latar hiburan tidak yang lainya? karena saya rasa pandangan dari segi hiburan terhadap perang Israel Libanon mungkin masih sedikit atau malah belum ada.

Libanon dengan ke indahan alam nya berupa Laut Tengah (bahr mutawasit) yang menghadap ke bibir Eropa, sarana hiburan yang lengkap sangat pas untuk menghamburkan real dan dinar sekedar melepas musim panas yang menjadi agenda rutin tahunan bagi para Emir-emir, bos-bos minyak, orang kaya raya negara Teluk.

Tidak salah kalau banyak orang Arab melihat Libanon (Lubnan kalau orang Arab nyebut) sebagai Paris nya Arab, sehingga banyak sekali turis-turis dari negara-negara arab berkunjung ke Libanon.

Menurut data yang ada sekitar 8% pemasukan Libanon dari kunjungan turis saja dan tahun ini tepatnya sebelum Israel menggempur Libanon, kunjungan turis arab memcahkan rekor dalam jumlah sekitar 200 ribu orang atau di kalkulasikan ke dollar Amerika sekitar satu miliyah dollar pertahun.Luar biasa untuk negara kecil seperti Libanon.

Apalagi dengan sebuah acara yang menjadi favorit serta banyak menyedot perhatian generasi muda Arab yaitu Star Akademi yang muncul tiap minggu dengan bintang bintang pilihan pemiarsa dari SMS yang di kirimkan dari seluruh negara Arab tanpa kecuali dan orang-orang Arab yang bermukin di Eropa dan Amerika, dahsyat nya!!!! (begitulah kata Meggy Z dalam lagunya Anggur Merah), berapa banyak uang ngocor ke lambung perut Libanon hanya dari SMS saja.

Artis pun tidak kalah dalam menjadikan daya tarik turis Arab datang ke Libanon yang kalau melihat live show artis Libanon di sebagain negara teluk tidak mungkin seperti Saudi Arabia, jadi dengan datang ke Libanon bisa live show menonton nya dengan tanpa rasa takut dan ikatan adat serta peraturan, seprti show nya si manja suara emas Nancy Ajram, si anggun cantik Nawal jugby, si sexsy mata onta Haifa Wahby dan lain-lain.

Hmm..mm..m, tentu hiburan birahi tidak ketinggalaan karena dimana ada hiburan dan kerumunan manusia disitulah dunia birahi subur termasuk di Libanon, kenapa tidak?…ohh..perempuan nya cantik-cantik, murah meriah, sexsy-sexsy dengan  anatomi tubuh yang membuat ngiler, greget dan gemes para pria idung mancung (baca: idung belang) yang di folder otak belakang nya hanya berisi birahi serta anatomi tubuh perempuan.Di sini aman tidak ada larangan dan ikatan-ikatan adat seperti negara asal pelancong misalkan Saudi Arabia.

Dengan potensi yang semarak seperti itu ada semacam ke irian (bukan irian jaya yach), cemburu dan dengki dari sebagian negara Eropa dan Amerika karena turis Arab lebih suka berlama-lama di Libanon saat musim panas tidak ke Eropa, sehingga mengurangi saweran real, dinar dan dollar di sebagian negara-negara Eropa.

Atas hal di atas tidak aneh kalu Amerika dan Eropa walapun secara agak malu-malu di banding Amerika , mereka mendukung Israel untuk melumat Libanon dan membiarkan nya.Dengan kenyataan seperti ini Eropa dan Amerika berharap para turis arab pindah ke negara mereka dan buang-buang dollar disana.

Banyak sekali buktinya, kita ambil contoh kenapa bandara termasuk target yang di hancurkan terlebih dahulu oleh Israel? itu tujuan nya agar para turis Arab merasa kapok datang ke Libanon dengan kesusahaan pulang ke negaranya yang hanya bisa lewat darat yang panas, bising dan bau mesiu.

Dengan di hancurkan nya hotel-hotel , tempat-tempat wisata itu bertujuan agar psikologis para turis ambruk sehinga tertanam rasa trauma yang akut sehingga merasa enggan di kemudian hari untuk kembali ke Libanon.Tentu Eropa pilihan nya, itulah angan-angan mereka.24/8/2006

Sholawat Itu Apa Sih?

August 24th, 2006 by bieru

Sholawat Itu Apa Sih?

Hm..mm…tadinya mau menulis pembahasan rumah sakit dalam islam bagian terakhir tapi tiba-tiba saja ingat masalh Sholawat, jadi ya coba-coba saja sedikit-sedikit ungkapin masalah Sholawat.Saya bukan mau membahas dari segi hukum bersholawat dan berbagai aspek Fiqh nya akan tetapi hanya sekedar masalah bahasa saja, apa arti dari Sholawat itu?.

Sering kita mendengar sebuah diskusi baik dalam kalangan internal sendiri seperti dalam komunitas Muslim atapun dengan kelompok agama lain seperti saya liat di VCD dialog antara Mualaf dan Murtadin, nah dalam dialog itu orang murtad mengungkit masalah Sholawat.

Dia bertanya sama para Muaalaf tentang sholawat" Orang-orang Muslim di anjurkan bersholawat kepada Nbai Muhammad Saw, katanya beliau udah di jamin masuk surga dan tanpa dosa, selamat, ko masih di doain juga?berarti belum selamat dong?

Kemudian dari Mualaf menjawab dengan sebuah analogi dan saya perhatikan beliau setuju dengan ungkapan di murtad bahwa sholawat adalah Doa’, begini jawaban nya" Kalau ada anak kecil meninggal orang tuanya selalu mendoakan, padahal anak kecil itu ngak punya dosa dan di jamin masuk surga", nah apalagi seorang Nabi Muhammad Saw tentunya lebih lagi".

Kalau saya liat jawaban itu masih lemah dan saya sendiri kurang puas atas jawaban itu, lemahnya kerena analogi dengan seseorang yang belum ber aktifitas kegamaan dan kehidupan seperti anak kecil tadi, sedangkan Nabi Saw sampoai umur 63 tahun, kemudian kedudukan Nabi berbeda dengan manusia biasa.Wallahu’alam bisa jadi ketidak puasan saya ataa jawaban itu di karenakan ilmu saya masih rendah dan kekurang fahaman saya atas hal itu, serba mungkin.

Seiring waktu saya mencoba mencari jawaban yang membuat diri saya puas dalam masalah arti Sholawat ini.Alahamdulilah menemukan di bukunya Ibn Qoyim Al-jauziyah berjudul Bada’i'u Al fawaid, beliau menjelaskan nya singkat, padat dan jelas.

Firman Allah Swt: " Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ".Al Ahzab 56

Dalam ayat di atas di sebut Yusholluuna yang artinya ber sholawat, menurut Ibn Qoyim arti Yusholluuna bukan berdoa (bersholawat), Sholawat dalam artia Do’a, akan tetapi artinya di rujuk ke bahasa arab karean alqur’an berbahasa arab.

Nah dalam bahasa arab arti nya bukan doa tapi ada yang lain  yaitu Sholawat berasal dari Sholwain yang mengandung artia dua hal, pertama penghormatan terhadap keagungan, kedua penghormatan terhadap anak yatim yang bermakna belas kasihan.

Jadi karean Rosulullah Saw manusia agung yang Allah Swt ciptakan, sebagai nabi penutup, pembawa risalah terakhir dan lain-lain, jadi Allah Swt menghormatinya begitu juga para malaikat dan kita kaum muslimin.Nah bentuk penghormatan nya dengan membaca kata bahasa arab Allahuma sholli ala Muhammad …,ini dinamai Sholawat.Ke Nabi-nabi lainya yang 24 kita menghormatinya dengan Alaihi salam, kepada Nabi Muhammad dengan Sholallahu Alaihi Wasallam tambah dalam tiap sholat Allahuma Sholli Ala Muhammad …

Dalam kehidupan sehari-hari kita temui model-model penghormatan, seperti seorang yang pangkatnya rendah dalam militer menghormati atasanya dengan angkat tangan dan berdiri, menghormati bendera dengan angkat tangan, orang Sunda menghormati seseorang yang terhormat dengan rengkuhkan kepala, orang Jogja dengan rengkuhkan badan sedikit dan lain-lain.

Semoga semuanya bermanfa’at , amin amin amin.Bieru/Jim

Rumah Sakit Islam ( Bagian Kedua )

August 12th, 2006 by bieru
Rumah Sakit Islam Masa Kedua
Abd Malik Bin Marwan tahun 65 H naik tahta, walapun pada masa ini situasi politik tidak menentu dengan terjadinya penyerangan oleh pejabat Abdul Malik Bin Mawran yaitu Al Hujaj Bin Yusuf Al Tsaqafi, Gubernur Iraq terhadap Abdullah Bin Zubair di Makkah sehingga sebagian dinding Ka’bah rusak kena lemparan batu, kudeta Al Tawabin, kudeta Khawariz dan lain-lain.
Nah walapun situasi politik seperti itu Abd Malik Bin Marwan lewat Kahlid Bin Yazid Bin Muawiyah (wafat 85 H ) beliau tetap memperhatikan perkembangan masalah kesehatan dan mempelopori nya walapun masih terbatas, mereka termasuk orang-orang pertama bersama Marwan Bin Hakam di dinasi Umayyah yang memperhatikan masalah kesehatan dengan bergaul dan merespon nasehat-nasehat dokter pada masa itu serta menerjemahkan karya-karya Yunani dalam bidang Kimia dan kedokteran yang terdapat di perpustakaan Alexandria Mesir.Adapun dokter-dokter pada masa itu, seperti:
Pertama:Tiyaduq (wafat sekitar tahun 90 H bertepatan 709 M) yang sekaligus sebagai pendamping Gubernur Iraq Al Hujaj Bin Yusuf Al Tsaqafi.
Kedua Taudun, beliau mengarang mengenai kedokteran dan di persembahkan kepada anaknya, dua dokter ini asalnya Nasrani.
Ketiga dan yang paling terkenal adalah Masarjuwaih atau Masarjis aslinya seorang Yahudi, hidup di abad awal Masehi pada masa Khalifah Marwan Bin Hakam tahun 64 H bertepatan 684 M sampai 65 H betepatan 685 M dengar karangan dalam bidang kedokteran, diantaranya Kitab Qawy Al Ath’imah Wa Manafi’uha Wa Madhoruha.
Dalam bentuk terjemahan yaitu kitab Al Kannasy dari bahasa aslinya Yunani oleh seorang dokter Alexsandria yang hidup pada masa Rosulullah Saw yang bernama Ahrun Al Qas, oleh Masarjawaih di terjemahkan ke dalam bahasa Arab pada masa Khalifah Marwan Bin Hakam menjadi 30 makalah dan beliau tambah 2 makalah lagi sehingga menjadi 32 makalah.
Perkembangan berikutnya setelah Al walid Bin Abd Malik naik tahta tahun 86 H, tidak lama setelah nya, beliau membangun Rumah Sakit Islam yang resmi sebagaimana layaknya Rumah Sakit pada tahun 88 H bertetapatan 706 M, beliau seorang Khalifah ke 6 dari dinasti Bani Umayyah.
Awalnya, rumah sakit bernama Bimaristan bukan Mustasyfaa’ yang bermakna tempat penyembuhan seperti yang di kenal belakangan.Kata itu di ambil dari bahasa Persia yang artinya rumah sakit bagi orang gila atau rumah sakit jiwa.Nah nama itu tetap di pakai sampai mencapai perkembangan puncaknya nanti dengan melengkapi unit-unit pendukung yang lengkap pada masa dinansti Abbasiah, jadi tidak hanya terbatas pada penanganan penyakit jiwa saja.
Pada masa ini Rumah Sakit lebih menitik beratkan kepada dua macam penyakit yang memang mewabah, seperti:
Pertama: penanganan penyakit Lepra ( Majdhumin ) dengan menyediakan konsumsi dan tempat khusus bagi penderita.
Kedua: penanganan penyakit kebutaan ( ‘Amiyyin ), sama seeprti penanganan penyakit lepra dalam fasilitasnya.
Al Walid Bin Abd Malik sebagai Khalifah memberikan anggaran untuk Rumah Sakit ini di ambil dari keuangan negara dan dari wakaf-wakaf dermawan meliputi makanan pasien, obat-obatan termasuk gaji para dokter dan perawat serta karyawan nya.
Hm.mm mungkin di benak kita ada pertanyaan, "Mengapa pada masa dinasti Umayyah tinggkat gerakan penerjemahan karya-karya asing kurang begitu bergema dan berkembang seperti pada masa dinasti Abbasiah sehingga mempengaruhi perkembangan dalam bidang pelayanan kesehatan?". 
Untuk menjawab hal itu kita patut mengambil komentar dari Ibn Khaldun, beliau bertutur" paling tidak ada dua hal penting mengapa gerakan penerjamahan pada masa Umayyah kurang gereget jika di banding dengan masa Abbasiah.Pertama karena pejabat Umayyah kurang sreg dengan yang berbau asing dan menentang orang asingdan, kedua fanatisme ke arab-an nya lebih kental.Walapun seperti itu tidak menutup peran munculnya sebagian gerakan penerjemahan dan para dokter yang berkiprah melayani orang-orang sakit seperti yang telah di bahas di atas.
Rumah Sakit Islam Modern, Bagian ke tiga nanti

Rumah Sakit Islam (bagian pertama)

August 4th, 2006 by bieru

                                       Rumah Sakit dalam Islam

                                              Oleh Si Jim-Bieru

Perhatian Islam Terhadap Orang Sakit

Islam agama rahmatan lil ‘alamin yang turun untuk mengatur kehidupan manusia agar bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, bahagia di dunia dengan aturan-aturan yang memudahkan manusia itu mengarungi kehidupan dan sekaligus menjaga dan mengatasi berbagai musibah yang menimpa nya.

Musibah merupakan sunatullah sehingga kapan pun dan dimanapun manusia akan mengalaminya walapaun dengan jenis kemadaharatan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kebijakan dari Allah Swt, ada yang di coba oleh kekurangan pangan, rasa takut, bencana alam termasuk cobaan berupa penyakit dan lain-lain.

Karena nya, Islam menganjurkan kepada umat manusia agar selalu menjaga kesehatan dan ketika di uji dengan musibah penyakit di anjurkan untuk berobat, bersabar dan tawakal terhadap nya.

Penyakit yang menimpa anak adam adalah sudah ketentuan Allah Swt dan Allah Swt pun yang menyembuhkan nya sebagaimana firman Nya

"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku"(Ash-Shu’ara’ 80)

Abu Hurairah ra, ia berkata:

"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Allah pula yang menurunkan penawarnya".HR Bukhari Msulim

Usamah Bin Syarik, ia berkata:

"Saya bersama Nabi saw dan datanglah orang-orang arab mereka bertanya, wahai Rosulullah! apakah kami boleh berobat?Rosulullah Saw menjawab: Ya, wahai hamba Allah berobatlah kamu sekalian karena Allah Aza wa Jalla tidak menciptakan suatu penyakit kecuali menciptakan penawarnya selain satu penyakit, mereka bertanya lagi "apa yang satu itu"? Rosulullah saw menjawab: Tua. HR Ahmad

Allah Swt maha penyayang dan maha pemberi kemudahan bagi hamba Nya yang sakit untuk tidak melakukan kewajiban atau menganti dengan kewajiban lainya.Itu semua agar manusia sebagai hamba Allah tidak merasa susah,sempit dan keberatan dalam melaksanakan ajaran agama, seperti firmal Nya

"Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." Al Hajj 78

"Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. AlQuran Surah:4.An-Nisa’ 43

Imam Asuyuthi mengutip dari Mujahid tentang ayat di atas, bahwasanya ini turun pada seorang dari kaum Anshor yang sakit.Dia tidak mampu berdiri dan tidak punya pembantu yang menolong nya, kemudian dia ber wudhu dan datanglah Rosulullah saw turunlah ayat di atas.Sedangkan menurut Ibn Abbas ayat itu turun mengenai seorang laki-laki yang menderita penyakit cacar atau luka atau bisul bernanah kemudian dia berhadas besar dan takut kalau mandi akan mati(bertambah parah) sehingga dia bertayamum.

Bahkan Allah Swt karena maha penyangnya sampai membatalkan sala satu kewajiban bagi seorang muslim karena sakit yang di deritanya seperti ayat di bawah ini.

Firman Allah Swt:

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, AlQuran Surah:9.At-Taubah 91.

Rosulullah Saw sangat menganjurkan bagi setiap muslim untuk memperhatikan saudaranya yang sakit serta mengunjunginya, bahkan beliau menjadikan sebagai hak seorang muslim atas muslim lainya.

Sabda Rosulullah saw

Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rosulullah Saw bersabda:"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara: (1) Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya (2) Apabila ia mengundangmu engkau memperkenankan undangannya (3) Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya (4) Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya) (5) Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya (6) Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya.HR Bukhari

Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah.HR Muslim

Imam Bukhari meletakan hadist tersebut di bab tentang janazah akan tetapi imam Ibn Hajar mengutipnya di bab wajib menjenguk orang sakit. menurut Ibn Bathal perintah menjenguk orang sakit adalah wajib kifayah seperti memberi makan orang lapar atau memerdekakan budak, juga bisa mengandung sunnah karena anjuran untuk nyambung silaturahmi dan persahabatan.

Hadist zaid Bin Arqam, dia berkata:Rosulullah saw menjenguk saya ketika dua mata saya sakit". HR Abu Dawud dan di shohihkan oleh Hakim serta Imam Bukhari memuat di kitabnya Adabul Mufrad.

Rosulullah Saw tidak hanya menganjurkan untuk menjenguk orang yang sakit akan tetapi berusaha juga untuk mengobatinya walaupun dengan meminta tolong dengan orang lain yang ahli di bidang penyakit tersebut seperti penyakit yang menimpa sahabat nabi yang bernama Sa’ad Bin Abi Waqash, beliau sakit berat di Makkah kemudian Rosulullah saw menjenguknya dan berkata:" Panggilah Al hars Bin Kaldah untuk mengobati Sa’ad Bin Abi Waqash".Al Hars Bin Kaldah adalah seorang dokter pada zaman Rosululah Saw, beliau mendiagonsa Sa’ad Bin Abi Waqash kemudian berkata:"tidak apa apa", terus memberinya beberapa kurma ajwa dan bebrapa terong sebagai obat dan sembuh.

Begitu pentingnya masalah menyantuni orang sakit Imam Bukhari mengelompokan hadist-hadist menjadi beberapa bab seperti, bab wajib menjenguk orang sakit, menjenguk anak anak yang sakit, menjenguk orang-orang arab yang sakit, menjenguk orang-orang musyrik dan bab menjenguk wanita terhadap laki-laki seperti Ummu Darda menjenguk seorang laki-laki yang taat beribadah dari kaum Ansor.

Itulah keindahan Islam, Allah Swt dan Rosul Nya sangat memperhatikan orang-orang yang sedang sakit dan mendorong untuk berobat dan merawatnya hingga sembuh, tidak membeda-bedakan kaya miskin, tua muda, Islam non Islam, laki-laki atau perempuan.Subhannalllah.

Awal Mula Rumah Sakit Islam

Rumah Sakit merupakan sarana penyembuhan yang sangat penting sejak zaman awal Islam walapaun belum dalam bentuk yang resmi dan permanen seperti sekarang ini, lebih-lebih zaman sekarang dengan beragam dan tingkat konsumsi manusia yang berpotensi menimbulkan penyakit-penyakit baru yang sebelumnya masih jarang sehingga kebutuhan akan rumah sakit sudah termasuk kebutuhan mendesak.

Nah jadi kapan awal mula rumah sakit dalam Islam?

Untuk melihat awal mula atau batu pertama rumah sakit dalam Islam kita perlu menengok ke belakang yaitu sewaktu terjadinya perang Khandak yang terjadi empat tahun setelah Rosullah Saw dan para Sahabatnya hijrah ke Madinah, tepatnya pada tahun ke 5 hijriyah bertepatan tahun 622 masehi.

Pada perang tersebeut sala seorang sahabat nabi yang bernama Sa’ad Bin Mu’az luka-luka di bagian mata sampai nampak kehitaman karena terkena lemparan anak panah oleh seorang musyrik Quraish yang bernama Habban Ibn Gaziqah, dalam riwayat lain bernama Hafajah Bin ‘Ashim Bin habban.

Nabi saw melihat kenyatan tersebut sebagai mana di ungkapkan oleh Ibn Ishaq (w 151 H, 768 M), beliau mengambil langkah cepat dengan membawa Sa’a Bin Mu’az ke tenda di dalam Mesjid Nabawi yang di buat oleh seorang perempuan bernama Rufaidah.Dia sudah berpengalaman mengobati korban-korban sebelumnya seperti saat perang Uhud sampai perang Khandak yang Sa’ad Bin Mu’ad sala satu korban nya.

Dari hal di atas dapat kita tarik dua poin penting yang menunjukan praktek Rufaidah di atas sebagai cikal bakal rumah sakit dalam Islam walapaun waktu itu belum di lembagakan istilah rumah sakit ( Mustasyfaa’), pertama keahlian Rufaidah sebagai tenaga medis yang sering membantu para korban mulai dari perang Uhud dan Khandak, kedua adanya tempat husus mengobati korban walapaun masih dalam bentuk sederhana berupa tenda dan ketiga adanya obat-obatan yang dibawa Rufaidah saat mengobati.

Pada perang berikutnya seperti perang Haebar lebih banyak lagi para kaum hawa ikut andil dalam jihad dengan membantu para korban, seperti Amimah Binti Qoish Bin Abi Shult Al Gifariyah, Ummu Sanan dan Ummu Muthawi.Amimah Binti Qoish Bin Abi Sult juga mahir mengajar para kaum hawa mengenai cara menolong orang-orang luka dan merawatnya, kemudian berikutnya ada Zaenab seorang dokter dari bani ‘Aud yang ahli mengobati mata dan luka-luka.

Bersambung ke bagian ke 2

Peta Sahabat

June 26th, 2006 by bieru

Peta Sahabat Rodiyallahu Anhum

Sebelum kita masuk ke wilayah perbedaan yang ada pada para sahabat dan thabiin baik perbedaan dalam sudut pandang melihat permasalahan atapun perbedaan sudut pandang dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah, lebih baik kita lihat terlebih dahulu apa yang di maksud dengan sahabat dan thabiin kemudian peta para sahabat dan thabiin yang mulia itu, sehingga kita lebih arif dalam mengikuti jejak perbedaan dan kesepahaman yang ada.

Sahabat adalah setiap orang yang beriman bertemu dengan nabi dan wafat dalam keadaan islam.Menurut Abu Jar’ah jumlah sahabat nabi itu sekitar 114.ooo orang, mereka terdiri dari penduduk Madinah, Mekkah serta penduduk antara dua kota tersebut dan orang-orang yang melaksanakan Haji Wada’ serta orang-orang yang melihat dan mendengan nabi sewaktu di Arafah.

Sedangkan thabiin adalah setiap muslim yang tidak melihat nabi saw dan melihat serta bertemu sahabat baik meriwayatkan darinya ataupun tidak.

Madinah

Abdullah Bin Umar RA (s), Aisyah Binti Abi Bakar RA (s) dan Ubay Bin Ka’ab (t).Di Madinah terkenal juga dengan Fuqaha  Sab’ah (Tujuh Ahli Fiqh) yaitu Said Bin Musayyab RA, Urwah Bin Zubair RA, Al Qosim Bin Muhammad RA, Abu Bakar Bin Abdurrahman RA, Abdullah Bin Abdullah Bin Atabah Bin Mas’ud RA, Sulaiman Bin Yasar RA dan Kharijah Bin Zaid RA.

Makkah

Abdullah Bin Abbas Ra (s), Mujahid RA (t) dan Atha RA (t)

Kuffah

Abdullah Bin Mas’ud RA (s), Alqomah Bin Qoish Al Nuh’i RA (s), Al Aswad Bin Yazid RA (t), Masruq Bin Al Ajda’ RA (t), Saad Bin Abi Waqash RA, Amara Bin Yaser RA, Al Mugirah Bin Syu’bah RA, Khudaifah Bin Al Yaman RA dan Imran Bin Husain RA.

Kuffah terkenal juga dengan fuqaha sittah(enam ahli fiqh) yaitu Al Qomah Bin Qoish Al Nuh’i Ra, Ubaidah Bin Amr Al Salmai RA, Al Aswad Bin Yazid Al Nuh’i RA, Sarih Bin Al Harist Al Qodi RA dan Al harist Bin Al Awar.

Basrah

Abu Musa Al Asy’ari RA (s), Anas Bin Malik RA (s), Hasan Al Basry RA (t) dan Ibnu Sirin RA (t).

Syams

Nu’ad Bin Jabal RA (s), Ubadah Bin Al Shomit Ra (s), Abu Darda RA (s), Mahkul Al Dimasq RA (t), Umar Bin Abd Aziz RA (t) dan Abu Idris Al Khalani Ra (t).

Mesir

Abdullah Bin Amr Bin Ash RA (s) dan Yazid Bin Abi Habib (t).

Nah ada juga sahabat atapun thabiin dengan istilah ‘maula’ yaitu yang aslinay budak kemudian di merdeka kan.

Madinah

Nafi Maula Abdullah Bin Umar RA dan Sulaiman Bin yasar serta bapaknya RA Maula Maimunah RA (istri nabi saw) dan Rabi’ah Bin Abdurahman RA gurunya Imam Malik RA.

Makkah

Mujahid Maula Bani Muhjam RA, Ikrimah dan Atha Bin Abi Rabah Maula bani fahr RA dan Abu Zubair Muhammad Maula Hakim Bin Hazam RA.

Kuffah

Said Bin Zubair Maula Bani walih RA.

Basrah

Muhammad Bin Sirin dan Hasan Al Basri yang kedua orang tuanya mereka dari sabay maisan, Alhasan Bin yasar Maula Ziad Bin Tsabit RA.

Syam

Mahkul Bin Abdullah RA

Mesir

Yazid Bin Abi habib RA Maula Al Asad.

Yaman

Thaus Bin Kaisan RA.

Khuarasan

Al Dhahak Bin Mazahim RA.

Yamamah

yahya Bin Abi katsir RA.

Ini sekiranya gambaran singkat peta sahabat dan thabiin, tentunya dengan tersebar di seluruh penjuru negri akan memperkaya khazanah islam di kemudian hari, insya allah kita sambung lagi di tema selanjutnya.

Orang yang tidak pernah kenyang

June 24th, 2006 by bieru

Orang yang tidak pernah kenyang

Membahas atau lebih tepat merenungi para sahabat Rosulullah Saw seakan tiada habis dari nilai-nilai tauladan untuk kita semua.

Sebelum tulisan yang seakarang, saya telah muat mengenai Abu Hurairah RA yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri buat Ilmu dan ibadah sehingga karena dekatnya -termasuk menuntut ilmu-kepada Rosulullah Saw beliau banyak menerima dan meriwayatkan hadist.

Nah sekarang kita renungi seorang sahabat yang menjaga perutnya dengan tidak pernah kenyang, kalau makan siang beliau tidak makan malam begitu juga sebaliknya.

Di saat dunia penuh dengan sikap yang cenderung mendewakan materi dan menilai semua hal dengan materi serta demi materi menghalal kan semua cara, tidak sedikit penyakit seperti ini menjangkiti tubuh kaum muslimin itu sendiri bahkan menyeret sebagian para penyeru ajaran agama baik secara personal atapun lewat lembaga yang di milikinya.

Sungguh kalau semua bercermin kepada sosok sahabat Rosul yang akan kita renungi bersama ini insya allah tidak ada lagi pendewaan materi dan tentunya materi akan merata di setiap lapisan umat karena orang-orang serakah sangat sedikit, siapakah beliau yang mulia itu?

Beliau yang mulia bernama Wahab Bin Abdullah Bin Muslim Bin Janadah Bin Habib Bin Sawaa Al Suwai, terkenal dengan sebutan Abu Juhaifah.Bapaknya bernama Wahab, karena nya Ali RA mengelari Abu Juhaifah RA dengan Wahab Al Khair.

Abu Juhaifah RA termasuk sahabat yunior, beliau ketemu nabi pada masa akhir-akhir nabi berada di dunia tapi walapaun pendeknya waktu tidak jadi rintangan buat Abu Juhaifah RA untuk belajar dan menerima hadist dari Rosulullah Saw.

Kesungguhan yang luar biasa dalam menuntut ilmu kepada Rosulullah Saw sampai Abu Juhaifah RA suatu waktu tidak sempat untuk istirahat sejenak selepas makan dan langsung menemui Rosulullah Saw.

Imam Al Tirmidi di dalam Jami-nya kitab 38 sifatul qiyamah wa roqoiq wal wara’ bab 37 hadist nomor 2487 jilid 4 halaman 560, Imam Ibnu Mazah dalam Sunan nya kitab 29 al at’imah bab 50 al iqtishod fi al akl wa karohiyah alsyab’ hadist nomor 3350 jilid 2 halaman 1111, Imam Tabrani di Al Mu’jam Al Ausath hadist nomor 8929 jilid 8 halaman 378 dan lainya dari para ahli hadist.

Kita ambil saja salasatu karena redaksinya hampir sama, dari ‘Aun Bin Abi juhaifah dari bapaknya berkata: Saya makan roti bubuk berkuwah dengan daging, kemudian saya datang kepada Rosulullah Saw dan saya bersendawa-(membuka mulut secara tiba-tiba dan keluar suara ini biasanya tanda kekenyangan)-, berkatalah Rosulullah Saw:" cukup sendawa mu wahai Abi Juhaifah , sesungguhnya kebanyakan manusia kenyang di dunia itu lebih panjang-(lama)- laparnya di hari akhir.HR Tabrani

Sejak itulah Abu Juhaifah RA tidak pernah memenuhi perutnya sampai beliau wafat, jadi ketika sudah makan siang beliau tidak makan malam begitu juga sebaliknya.Subhanallah…..

Setelah Rosulullah saw wafat, Abu Juhaifah RA kemudian menemani dan belajar tentang ajaran Islam kepada Ali RA, ketika Ali RA menjadi khalifah beliau menempatkan Abu Juhaifah RA sebagai Kepala Polisi di Kufah.

Abu Juhaifah RA menrima hadist dari Rosulullah Saw, Ali Bin Abi Thalib RA dan Al Barra’ Bin ‘Ajib, sedangkan yang meriwayatkan dari Abu Juhaifah RA adalah anak nya sendiri yang bernama ‘Aun, Al Sya’bi, Abu Ishaq Al Sabi’i, Salamah Bin Kuhail, dan lain-lain.

Abu Juhaifah RA wafat di Kufah tahun 74 H dalam riwayat lain 64 H pada sat Basyar Bin Marwan memimpin Iraq.Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari nya, Insya Allah.

Bertamu

June 23rd, 2006 by bieru

Assalamu’alaikum…Aa…!?..jadi ketemu hari ini? saya lagi di taxi bentar lagi sampai, tunggu saja di depan sekolahan Manhal, glek telp mati.

Hmmm akhirnya jadi juga ketemu, ngumpul ngobrol pakai bahasa Sunda lagiwah rasanya seperti di kampung saja, maklum jarang-jarang pakai bahasa ibu secara ramai sambil ketawa ketiwi ma makan seadanya.

Sebenarnya belum terlalu lama kenal bahkan baru ada yang saat itu saja ketemu nya tapi alhamdulilah langsung akrab apalagi yang lebih muda umurnya ngaku lanceuk (kaka red).

Ketemu abis jum’atan terus ngobrol-ngobroldan makan siang seadanya alhamdulilah puas juga.Eh jam setengah lima dia bilang" A’ mau ikut ngak ke rumah orang arab sekalian jalan-jalan dan makan disana".Bergumam sebentar saya jawab saja "boleh tuh tawaran nya".

Duh kirain rumah nya dekat rupanya jauh juga sampai tigakali naik kendaraan,taxi terus naik metro anfak (kereta bawah tanah), naik mobil bak terbuka sampai rumah tujuan.

Wah berkesan juga bisa naik bak terbuka percis sama seperti pengalaman sekian tahun ke belakang sewaktu jalan-jalan ke rumah paman di pedalaman garut jawa barat, bedanya kali ini perjalan nya tidak kampung banget tapi jelas nampak dari bangunan nya lingkungan menengah ke bawah dan para penduduknya masih nampak ramah dan cerah.

Sampai dirumah di sambut hangat sama penghuni, terutama si mamah iyah saya mangilnya mamah kalu di kitaya ibu lah gitu, terus ada si bapak dan anak-anak nya serta cucu dan menantunya.

Baru saja nafas hidangan sudah siap di meja besar wah ikan semua,banyak sekali jenis ikan di goreng pakai tepung ama sayuran mentah dan nasi goreng nya sekalian.

Namanya juga ibu-ibu rata-rata pada cerewetbegitu juga si mamah yang satu ini hehehe, Yalla ya gamaah alsan binakul (yuk semua kita makan bareng).

Saat kenalan saya ngaku nama Muhammad habis kalau ngaku nama asli pasti mereka merasa anehjadi biar tidak banyak bertanya ya saya ngaku saja nama yang populer disini, Muhammad…! kul…! Hut Dih……(muhammad makan ..ambil nih), dia letakan ikan gurame  lumayan besar juga, wah nikmat pasti nih he..he..he..

Pelan-pelan saya cicipin ..aduh paralun geuing asin pisan (duh ko asin banget), ya sedikit ber akting ceritanya saya bilang " Ya Mama..! Hadratik Tabbah…Asmak Dih Hilwa Awi Ana Bahibah.." (Bu …Ibu Seorang Ahli Masak  ..Ikan Ini Enak sekali ….Saya Suka…).Si mama tersipu malu sambil ngomong" Ahmad Biyatbuh Wa Ana Bi tarkibha" (Ahmad-anak dia- yang masak, saya hanya susun di meja saja).

Sampai kenyang makan ikan rasanya bahu bersirip saja seperti ikan hihihi.Singkat cerita karena sudah malam ya pamitan salam salaman dan ucapin makasih, mama bilang lagi" lain kali datangnya siang agar bisa lebih lama disini jangan seperti sekarang datang sore jadi kurang puas.Iyah deh mam kapan-kapan datang lagi.

Sebulan lewat si mama telp "Imta gai tani hina (kapan datang kesini lagi?) kapan mau kesini lagi?wahstuni awi (saya kangen banget), ya nanti mam kalu abis ujian, hehehe.

Insyallah kapan-kapan berkunjung lagi….